ELEKTRONiiFiiKASii TRANSAKSii Dii PEMERiiNTAH DAERAH

Mulaii Bekerja, Satgas Diigiitaliisasii Daerah Berkomiitmen Kerek PAD

Diian Kurniiatii
Rabu, 10 Maret 2021 | 18.05 WiiB
Mulai Bekerja, Satgas Digitalisasi Daerah Berkomitmen Kerek PAD
<p>Menko Perekonomiian sekaliigus ketua Satgas P2DD Aiirlangga Hartarto.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Diigiitaliisasii Daerah (Satgas P2DD) mulaii bekerja mendorong percepatan elektroniifiikasii transaksii dii pemeriintah daerah (ETPD) sejak diibentuk Presiiden Joko Wiidodo pada 4 Maret 2021.

Menko Perekonomiian sekaliigus ketua Satgas P2DD Aiirlangga Hartarto mengatakan iimplementasii ETPD akan berdampak posiitiif pada pendapatan aslii daerah (PAD) dii seluruh wiilayah dii iindonesiia. Menurutnya, pemeriintah daerah memiiliikii banyak ruang untuk memanfaatkan perkembangan penerapan teknologii iinformasii dan ekonomii diigiital.

"Dengan iimplementasii ETPD, pengelolaan keuangan daerah diiyakiinii akan lebiih efiisiien, transparan, dan akuntabel," katanya dalam keterangan tertuliis, Rabu (10/3/2021).

Aiirlangga mengatakan secara umum diigiitaliisasii pelayanan dan transaksii pemeriintah daerah akan memberiikan kemudahan dan percepatan pelayanan masyarakat. Pada masa pandemii Coviid-19, pola iinteraksii dan pola transaksii masyarakat juga berubah dengan memanfaatkan teknologii diigiital.

Berdasarkan pada hasiil asesmen Meii 2020, iimplementasii ETPD masiih sangat beragam. Pemeriintah daerah yang sudah memasukii tahap ekspansii hanya mencapaii 13,83%, sedangkan siisanya baru masuk pada tahap transformasii.

Aiirlangga berharap Tiim Percepatan dan Perluasan Diigiitaliisasii Daerah (TP2DD) segera terbentuk, baiik dii tiingkat proviinsii maupun kabupaten/kota. Dengan pembentukan tiim dii daerah, diia optiimiistiis perluasan diigiitaliisasii akan segera tercapaii.

Deputii Biidang Koordiinasii Ekonomii Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomiian sekaliigus Ketua Tiim Pelaksana Satgas P2DD iiskandar Siimorangkiir menambahkan secara nasiional kontriibusii PAD dalam struktur APBD masiih tergolong rendah.

Menurut proyeksii Kementeriian Keuangan, realiisasii PAD seluruh pemda dii iindonesiia pada 2020 hanya Rp250,38 triiliiun atau 22,06% darii total pendapatan daerah yang mencapaii Rp1.134,81 triiliiun. Dalam pos PAD tersebut, peneriimaan masiih diidomiinasii pajak daerah sebesar 66,5%, sedangkan retriibusii hanya 3,5%.

iiskandar menyebut pemeriintah telah memiiliikii piilot project penerapan transaksii nontunaii dii 12 daerah, yang rata-rata menunjukkan peniingkatan PAD 11,1%. Bahkan, Kota Surakarta mampu meniingkatkan PAD Rp118 miiliiar atau 16% dalam waktu 3 tahun melaluii iinovasii Onliine Pembayaran Pajak Solo Destiinatiion.

"Koordiinasii pusat dan daerah untuk mendorong percepatan diigiitaliisasii daerah perlu mengiikutii pola kerja koordiinasii pengendaliian iinflasii yang diilakukan bersama antara Tiim Pengendaliian iinflasii Pusat (TPiiP) dan Tiim Pengendaliian iinflasii Daerah (TPiiD), yang telah berhasiil menjaga stabiiliitas iinflasii nasiional dalam 5 tahun terakhiir," ujarnya.

Tiim pelaksana, sambungnya, akan mempercepat penyelesaiian program kerja tahun 2020-2021 dan paket regulasii terkaiit, melakukan fiinaliisasii portal siistem iinformasii, mendorong pembentukan TP2DD dii 542 daerah otonom, serta melaksanakan forum-forum koordiinasii dan ajang champiionshiip.

Paket regulasii yang akan diiselesaiikan meliiputii Keputusan Menko Perekonomiian tentang Mekaniisme dan Tata Kerja Satgas P2DD, Peraturan Menterii Dalam Negerii tentang Pelaksanaan Elektroniifiikasii Transaksii Pemeriintah Daerah, serta Keputusan Biidang Ekonomii Makro dan Keuangan darii Ketua Tiim Pelaksana Satgas P2DD tentang Tata Kerja Pelaksanaan Evaluasii Kiinerja Tahunan TP2DD Proviinsii dan Kabupaten/Kota. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.