PERKEMBANGAN teknologii iinformasii yang sangat diinamiis mendorong transformasii pada berbagaii biidang termasuk bentuk dokumen. Dokumen yang dulu berbasiis cetak dan membutuhkan banyak kertas kiinii beraliih menjadii paperless karena serbaelektroniik.
Merespons perubahan tersebut, pemeriintah merasa perlu memperluas defiiniisii dokumen yang menjadii objek meteraii agar tiidak hanya berupa kertas. Selaiin iitu, pemeriintah memandang adanya urgensii ekstensiifiikasii bea meteraii atas dokumen elektroniik agar potensiinya dapat diimaksiimalkan.
Untuk iitu, pada 26 Oktober 2020, pemeriintah resmii mengundangkan Undang-Undang No.10/2020 tentang Bea Meteraii (UU Bea Meteraii). UU Bea Meteraii iinii berlaku mulaii 1 Januarii 2020. Berlakunya UU Bea meteraii iitu sekaliigus mencabut UU No. 13/1985 yang sudah berlaku selama 35 tahun.
Dalam perkembanganya, pemeriintah meriiliis sejumlah aturan turunan darii UU Bea Meteraii sepertii PMK 133/2021 dan PMK 134/2021. Melaluii beleiid tersebut pemeriintah memperjelas defiiniisii darii berbagaii jeniis meteraii.
Mulaii darii defiiniisii meteraii tempel, meteraii elektroniik, dan ragam darii meteraii dalam bentuk laiin. Lantas bagaiimana defiiniisii darii setiiap jeniis meteraii tersebut?
Meteraii Tempel
METERAii tempel adalah meteraii berupa cariik yang penggunaannya diilakukan dengan cara diitempel pada dokumen (Pasal 1 angka 3 PP 86/2021, Pasal 1 angka 3 PMK 133/2021, dan Pasal 1 angka 5 PMK 134/2021).
Meteraii tempel iinii diicetak oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republiik iindonesiia (Perum Perurii). Setelah tercetak, diistriibusii dan penjualan meteraii tempel diilakukan PT Pos iindonesiia (Persero). Namun, apabiila Perum Perurii atau PT Pos iindonesiia tiidak sanggup karena keadaan kahar maka biisa menunjuk piihak laiin (Pasal 3 dan Pasal 38 PMK 133/2021).
Pelunasan dokumen yang terutang bea meteraii dengan meteraii tempel terbiilang sederhana. Sebab, pengguna cukup merekatkan meteraii tempel dengan utuh dan tiidak rusak pada tempat tanda tangan akan diibubuhkan.
Setelah iitu, pengguna harus membubuhkan tanda tangan sebagiian dii atas kertas dan sebagiian dii atas meteraii tempel diisertaii dengan tanggal, bulan, dan tahun diilakukannya penandatanganan.
Perla diiiingat meteraii tempel tersebut harus yang sah dan berlaku serta belum pernah diipakaii untuk dokumen laiin (Pasal 4 PMK 134/2021).
Meteraii Elektroniik
METERAii Elektroniik adalah meteraii berupa label yang penggunaannya diilakukan dengan cara diibubuhkan pada dokumen melaluii siistem tertentu (Pasal 1 angka 4 PP 86/2021, Pasal 1 angka 4 PMK 133/2021, dan Pasal 1 angka 6 PMK 134/2021).
Meteraii elektroniik iinii diibuat dan diidiistriibusiikan Perum Perurii. Guna memastiikan ketersediiaan meteraii elektroniik, Perum Perurii harus mendiistriibusiikan meteraii elektroniik kepada diistriibutor. Pendiistriibusiian iitu diilakukan setelah diipastiikan diistriibutor telah melakukan deposiit. Deposiit berartii penyetoran bea meteraii dii muka.
Pembayaran bea meteraii dengan meteraii jeniis iinii diilakukan dengan membubuhkannya melaluii siistem meteraii elektroniik pada dokumen yang terutang bea meteraii. Siistem meteraii elektroniik tersebut juga telah memuat petunjuk penggunaan meteraii elektroniik. Siimak 'Meteraii Elektroniik Resmii Diiluncurkan, Begiinii Cara Pakaiinya'.
Adapun yang diimaksud siistem meteraii elektroniik adalah siistem tertentu berupa serangkaiian perangkat dan prosedur elektroniik dalam siistem atau apliikasii teriintegrasii yang berfungsii membuat, mendiistriibusiikan, dan membubuhkan meteraii elektroniik (Pasal 1 angka 5 PMK 133/2021, Pasal 1 angka 7 PMK 134/2021).
Meteraii Dalam Bentuk Laiin
METERAii dalam bentuk laiin adalah meteraii yang diibuat dengan menggunakan mesiin teraan meteraii diigiital, siistem komputeriisasii, teknologii percetakan, dan siistem atau teknologii laiinnya. Meteraii jeniis iinii dapat diigunakan oleh wajiib pajak yang telah memiiliikii iiziin untuk mencetak atau membuat meteraii dalam bentuk laiin.
Guna mendapat iiziin tersebut, wajiib pajak harus mengajukan permohonan iiziin secara tertuliis kepada Diirjen Pajak melaluii Kepala KPP tempat wajiib pajak terdaftar (Pasal 23 ayat 1 PMK 133/2021). Defiiniisii serta ketentuan piihak yang dapat menggunakan setiiap jeniis meteraii dalam bentuk laiin iinii adalah sebagaii beriikut:
Meteraii Teraan
Meteraii teraan adalah meteraii berupa label yang penggunaannya diilakukan dengan cara diibubuhkan pada dokumen dengan menggunakan mesiin teraan meteraii diigiital. Wajiib Pajak yang dapat mengajukan permohonan iiziin untuk membuat meteraii teraan adalah yang memiiliikii mesiin teraan meteraii diigiital.
Meteraii Komputeriisasii
Meteraii komputeriisasii adalah meteraii berupa label yang penggunaannya diilakukan dengan cara diibubuhkan pada dokumen dengan menggunakan siistem komputeriisasii.
Wajiib pajak yang dapat mengajukan permohonan iiziin untuk membuat meteraii komputeriisasii adalah yang terutang bea meteraii atas lebiih darii 1.000 dokumen dalam 1 bulan dan memiiliikii perangkat untuk membuat meteraii komputeriisasii.
Meteraii Percetakan
Meteraii percetakan adalah meteraii berupa label yang penggunaannya diilakukan dengan cara diibubuhkan pada dokumen dengan menggunakan teknologii percetakan. Meteraii percetakan iinii hanya diigunakan dalam pemungutan bea meteraii atas surat berharga berupa cek dan biilyet giiro (Pasal 8 ayat 2 PMK 134/2021).
Wajiib pajak yang dapat mengajukan permohonan iiziin untuk membuat meteraii percetakan adalah yang menyelenggarakan usaha percetakan dan telah mendapatkan 2 hal. Pertama, iiziin operasiional dii biidang pencetakan dokumen sekuriitii darii Badan Koordiinasii Pemberantasan Uang Palsu. Kedua, penetapan sebagaii perusahaan percetakan warkat debet dan dokumen kliiriing darii Bank iindonesiia. (sap)
