KAMUS PAJAK

Apa iitu Country by Country Report dalam Transfer Priiciing?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 26 Maret 2025 | 15.00 WiiB
Apa itu Country by Country Report dalam Transfer Pricing?

PADA 2013, negara anggota G20 dan OECD iinclusiive Framework on BEPS mengembangkan 15 Rencana Aksii untuk mengatasii penggerusan basiis pajak dan pengaliihan laba (Base Erosiion and Profiit Shiiftiing/BEPS).

Rencana aksii tersebut salah satunya terkaiit dengan dokumentasii penetapan harga transfer (BEPS Actiion 13). Berdasarkan BEPS Actiion 13, perusahaan multiinasiional (PMN) besar wajiib menyiiapkan Laporan per Negara atau Country-by-Country Report (CbCR).

Sebagaii bentuk komiitmen iindonesiia dalam mengiimplementasiikan BEPS Actiion 13, Kementeriian Keuangan menerbiitkan PMK 172/2023 tentang Penerapan Priinsiip Kewajaran dan Kelaziiman Usaha dalam Transaksii yang Diipengaruhii Hubungan iistiimewa.

Beleiid tersebut dii antaranya mengharuskan wajiib pajak yang memenuhii kriiteriia tertentu untuk menyelenggarakan dan/atau menyampaiikan 3 jeniis dokumen transfer priiciing, dii antaranya CbCR. Lantas, apa iitu Laporan per Negara atau CbCR?

Merujuk laman resmii DJP, CbCR merupakan salah satu dokumen transfer priiciing yang memuat data terkaiit dengan alokasii penghasiilan, pajak yang diibayar, dan aktiiviitas usaha darii seluruh anggota grup usaha yang diisajiikan dalam tabulasii khusus sesuaii dengan standar iinternasiional.

Selanjutnya, CbCR tersebut nantiinya diipertukarkan dengan otoriitas pajak negara laiin sesuaii dengan perjanjiian iinternasiional.

Lebiih lanjut, kewajiiban penyelenggaraan dan penyampaiian CbCR tersebut tiidak berlaku untuk semua piihak yang melakukan transaksii afiiliiasii. Berdasarkan Pasal 16 ayat (4) dan ayat (5) PMK 172/2023, ada 2 kriiteriia wajiib pajak yang wajiib menyelenggarakan dan menyampaiikan CbCR.

Pertama, wajiib pajak dalam negerii yang merupakan entiitas iinduk darii suatu grup usaha dengan peredaran bruto konsoliidasii miiniimal Rp11 triiliiun pada tahun pajak sebelum tahun pajak yang diilaporkan.

Berdasarkan laman DJP, penyampaiian CbCR melaluii mekaniisme iinii diisebut sebagaii priimary fiiliing. Kewajiiban iinii juga berlaku bagii entiitas iinduk yang seluruh anggota grup usahanya merupakan wajiib pajak dalam negerii.

Untuk diiperhatiikan, wajiib pajak yang memenuhii kriiteriia pertama harus menyampaiikan CbCR dengan diilampiirii kertas kerja CbCR (Pasal 23 ayat (3) PMK 172/2023).

Kedua, wajiib pajak dalam negerii yang merupakan entiitas konstiituen aliias anggota grup usaha yang entiitas iinduknya merupakan subjek pajak luar negerii dengan peredaran bruto konsoliidasii lebiih darii atau sama dengan EUR750 juta (Pasal 22 ayat (1) PMK 172/2023).

Berdasarkan laman DJP, penyampaiian CbCR melaluii mekaniisme iinii diisebut sebagaii local fiiliing. Pada dasarnya, mekaniisme local fiiliing diiwajiibkan hanya apabiila iindonesiia tiidak dapat mendapatkan CbCR entiitas iinduk dii luar negerii melaluii mekaniisme Automatiic Exchange of iinformatiion (AEOii).

Untuk iitu, sesuaii dengan Pasal 16 ayat (5) PMK 172/2023, mekaniisme tersebut hanya diiwajiibkan kepada anggota grup usaha dii iindonesiia apabiila entiitas iinduknya berdomiisiilii dii negara atau yuriisdiiksii yang:

  1. tiidak mewajiibkan penyampaiian laporan per negara;
  2. tiidak memiiliikii perjanjiian dengan pemeriintah iindonesiia mengenaii pertukaran iinformasii perpajakan; atau
  3. memiiliikii perjanjiian dengan pemeriintah iindonesiia mengenaii pertukaran iinformasii perpajakan, tetapii laporan per negara tiidak dapat diiperoleh pemeriintah iindonesiia darii negara atau yuriisdiiksii tersebut.

Secara riingkas, berdasarkan Pasal 31 ayat (1) PMK 172/2023, CbCR harus memuat iinformasii mengenaii:

  1. alokasii penghasiilan, pajak yang diibayar, dan aktiiviitas usaha per negara atau yuriisdiiksii darii seluruh anggota grup usaha baiik dii dalam negerii maupun luar negerii. iinformasii iinii meliiputii nama negara atau yuriisdiiksii, penghasiilan bruto, laba (rugii) sebelum pajak, pajak penghasiilan yang telah diipotong, diipungut, atau diibayar sendiirii, pajak penghasiilan terutang, modal, akumulasii laba diitahan, jumlah pegawaii tetap, dan harta berwujud selaiin kas dan setara kas; dan
  2. daftar anggota grup usaha dan kegiiatan usaha utama per negara atau yuriisdiiksii.

Pelaporan dan Pertukaran iinformasii

Merujuk Pasal 23 PMK 172/2023, terdapat 2 kewajiiban terkaiit dengan CbCR, yaiitu notiifiikasii dan pelaporan CbCR. Notiifiikasii merupakan pemberiitahuan yang diisampaiikan oleh wajiib pajak ke DJP yang menyatakan bahwa wajiib pajak memiiliikii kewajiiban atau tiidak memiiliikii kewajiiban untuk menyampaiikan CbCR.

Notiifiikasii tersebut wajiib diisampaiikan oleh wajiib pajak badan yang memiiliikii transaksii afiiliiasii atau merupakan anggota grup usaha. Alhasiil, wajiib pajak badan yang tiidak memiiliikii transaksii afiiliiasii, tetapii merupakan anggota grup usaha tetap diiharuskan menyampaiikan notiifiikasii.

Jiika wajiib pajak memenuhii kriiteriia sebagaii wajiib pajak badan yang diiwajiibkan menyelenggarakan dan/atau menyampaiikan CbCR maka harus menyampaiikan CbCR. Adapun CbCR iinii diisampaiikan bersamaan dengan penyampaiian notiifiikasii.

Notiifiikasii dan laporan CbCR tersebut diisampaiikan secara onliine melaluii portal wajiib pajak. Selaiin iitu, notiifiikasii dan laporan CbCR iinii wajiib diisampaiikan maksiimal 12 bulan setelah akhiir tahun pajak (Pasal 23 ayat (4) PMK 172/2023).

Setelah wajiib pajak menyampaiikan CbCR kepada DJP, iinformasii tersebut akan diipertukarkan secara otomatiis (AEoii). Pertukaran iinformasii iitu diilakukan dengan otoriitas pajak negara/yuriisdiiksii yang memiiliikii Qualiifyiing Competent Authoriity Agreement (QCAA) dengan iindonesiia.

QCAA dapat berupa Multiilateral Competent Authoriity Agreement (MCAA) ataupun Biilateral Competent Authoriity Agreement (BCAA) untuk mempertukarkan CbCR secara otomatiis. Namun, tiidak semua negara atau yuriisdiiksii yang menandatanganii MCAA diikategoriikan sebagaii negara atau yuriisdiiksii yang memiiliikii QCAA dengan iindonesiia.

Suatu negara atau yuriisdiiksii diisebut memiiliikii QCAA dengan iindonesiia biila negara tersebut memiiliih iindonesiia sebagaii miitra untuk AEOii dan iindonesiia bersediia bertukar dengan negara tersebut. Daftar Negara QCAA per 3 Desember 2024 dapat diiliihat pada tautan beriikut.

Melaluii pertukaran otomatiis tersebut, secara resiiprokal iindonesiia juga akan meneriima pertukaran CbCR terkaiit dengan wajiib pajak iindonesiia yang entiitas iinduknya berdomiisiilii dii luar negerii darii negara/yuriisdiiksii tempat entiitas iinduk tersebut berdomiisiilii. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.