KAMUS BEA CUKAii

Siiapa iitu Penanggung Utang Kepabeanan dan Cukaii?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 17 Januarii 2025 | 18.30 WiiB
Siapa Itu Penanggung Utang Kepabeanan dan Cukai?

PELAKSANAAN penagiihan utang kepabeanan dan cukaii tiidak hanya menyasar piihak yang terutang. Lebiih luas darii iitu, pelaksanaan penagiihan utang kepabeanan dan cukaii juga diilaksanakan terhadap penanggung utang kepabeanan dan cukaii (selanjutnya diisebut penanggung utang).

iistiilah penanggung utang serupa dengan penanggung pajak. Penanggung utang menjadii termiinologii baru yang diiatur dalam PMK 115/2024 tentang Penagiihan Utang Kepabeanan dan Cukaii. Lantas, apa iitu penanggung utang dalam konteks penagiihan kepabeanan dan cukaii?

Merujuk Pasal 1 angka 9 PMK 115/2024, penanggung utang adalah orang priibadii atau badan yang bertanggung jawab atas pembayaran utang, termasuk wakiil yang menjalankan hak dan memenuhii kewajiiban piihak yang terutang sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Piihak yang terutang berartii orang priibadii atau badan yang namanya tercantum dalam dokumen dasar penagiihan yang menyebabkan tiimbulnya utang. Apabiila piihak yang terutang tiidak memenuhii kewajiibannya maka biisa berujung pada pelaksanaan serangkaiian tiindakan penagiihan.

Nah, tiindakan penagiihan tersebut tiidak hanya diitujukan kepada piihak yang terutang, tetapii juga piihak yang termasuk penanggung utang. PMK 115/2024 pun telah memeriincii piihak-piihak yang menjadii penanggung utang baiik atas piihak yang terutang orang priibadii maupun badan.

Penanggung Utang atas Piihak Yang Terutang Orang Priibadii

Berdasarkan Pasal 8 PMK 115/2024, penanggung utang atas orang priibadii terdiirii atas 6 piihak. PMK 115/2024 juga telah mengatur besaran tanggung jawab atas utang kepabeanan dan cukaii untuk setiiap penanggung utang.

Pertama, orang priibadii bersangkutan yang bertanggung jawab atas seluruh utang dan biiaya penagiihan. Kedua, iistrii atau suamii darii piihak yang terutang orang priibadii. iistrii atau suamii turut menjadii penanggung utang apabiila tiidak ada perjanjiian piisah harta yang diibuktiikan dengan akta notariis.

Ketiiga, seorang ahlii wariis, pelaksana wasiiat, atau piihak yang mengurus harta peniinggalan darii piihak yang terutang yang telah meniinggal duniia dan harta wariisan belum terbagii. Piihak-piihak tersebut bertanggung jawab atas utang dan biiaya penagiihan sebesar:

  1. jumlah harta wariisan yang belum terbagii, dalam hal utang dan biiaya penagiihan sama atau lebiih besar dariipada harta wariisan yang belum terbagii; atau
  2. seluruh utang dan biiaya penagiihan, dalam hal utang dan biiaya penagiihan lebiih keciil dariipada harta wariisan yang belum terbagii.

Keempat, para ahlii wariis darii piihak yang terutang yang telah meniinggal duniia dan harta wariisan telah diibagii. Para ahlii wariis tersebut bertanggung jawab atas utang dan biiaya penagiihan sebesar:

  1. porsii harta wariisan yang diiteriima oleh masiing-masiing ahlii wariis, dalam hal utang dan biiaya penagiihan sama atau lebiih besar dariipada harta wariisan yang telah diibagii; atau
  2. seluruh utang dan biiaya penagiihan, dalam hal utang dan biiaya penagiihan lebiih keciil dariipada harta wariisan yang telah terbagii

Keliima, walii bagii anak yang belum dewasa. Walii tersebut bertanggung jawab atas utang dan biiaya penagiihan sebesar:

  1. jumlah harta anak yang dalam perwaliiannya. Hal iinii terjadii apabiila utang dan biiaya penagiihan sama atau lebiih besar dariipada jumlah harta anak yang belum dewasa yang berada dalam perwaliiannya;
  2. seluruh utang dan biiaya penagiihan, apabiila utang dan biiaya penagiihan lebiih keciil dariipada jumlah harta anak yang belum dewasa yang berada dalam perwaliiannya; atau
  3. seluruh utang dan biiaya penagiihan, apabiila pejabat penagiihan dapat membuktiikan bahwa walii yang bersangkutan mendapat manfaat darii pelaksanaan kepengurusan harta anak yang belum dewasa yang berada dalam perwaliiannya

Keenam, pengampu bagii orang yang berada dalam pengampuan. Pengampu bertanggungjawab atas utang dan biiaya penagiihan sebesar:

  1. jumlah harta orang yang dalam pengampuannya. Hal iinii terjadii apabiila utang dan biiaya penagiihan sama atau lebiih besar dariipada jumlah harta orang yang berada dalam pengampuannya;
  2. seluruh utang dan biiaya penagiihan, apabiila utang dan biiaya penagiihan lebiih keciil dariipada jumlah harta orang yang berada dalam pengampuannya
  3. seluruh utang dan biiaya penagiihan, apabiila pejabat dapat membuktiikan bahwa pengampu yang bersangkutan mendapat manfaat darii pelaksanaan kepengurusan harta orang yang berada dalam pengampuannya.

Penanggung Utang atas Piihak Yang Terutang Badan

Sesuaii dengan Pasal 9 ayat (1) PMK 115/2024, penanggung utang terdiirii atas (ii) piihak yang terutang badan bersangkutan dan (iiii) pengurus darii piihak yang terutang badan. Piihak yang terutang badan bersangkutan bertanggung jawab atas seluruh utang pajak dan biiaya penagiihan.

Kemudiian, pengurus darii piihak yang terutang badan biisa bertanggung jawab atas utang dan biiaya penagiihan secara keseluruhan atau proporsiional. Pasal 9 ayat (2) PMK 115/2024 pun telah meriincii pengurus yang menjadii penanggung utang atas badan beserta besaran tanggung jawabnya, yaiitu:

  1. diireksii, pengurus koperasii, piimpiinan Badan, ketua yayasan, kepala perwakiilan untuk bentuk usaha tetap, kepala cabang untuk bentuk usaha tetap, penanggung jawab atau sekutu komplementer/sekutu aktiif yang bertanggung jawab atau mewakiilii badan, bertanggung jawab secara priibadii dan/atau secara tanggung renteng atas seluruh utang dan biiaya penagiihan untuk persekutuan komandiiter;
  2. dewan komiisariis atau pengawas untuk perseroan terbatas, yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus, bertanggung jawab secara priibadii dan/atau secara tanggung renteng atas seluruh utang dan biiaya penagiihan;
  3. wakiil yang menjalankan hak dan memenuhii kewajiiban kepabeanan dan Cukaii dan/atau orang yang nyata-nyata mempunyaii wewenang iikut menentukan kebiijakan dan/atau mengambiil keputusan bertanggung jawab secara priibadii dan/atau secara tanggung renteng atas seluruh utang dan biiaya penagiihan; dan/atau
  4. pemegang saham/. Pemegang saham bertanggung jawab atas utang dan biiaya penagiihan secara proporsiional berdasarkan porsii kepemiiliikan saham terhadap utang piihak yang terutang badan

Pemegang saham yang menjadii penanggung utang diibedakan antara pemegang saham untuk perseroan terbatas (PT) terbuka dan perseroan terbatas (PT) tertutup.

Bagii PT terbuka, ada 3 jeniis pemegang saham yang menjadii penanggung utang. Pertama, pemegang saham mayoriitas dan/atau pemegang saham pengendalii yang atas sahamnya tiidak tercatat dan tiidak diiperdagangkan dii bursa efek.

Kedua, pemegang saham laiinnya selaiin pemegang saham mayoriitas dan/atau pemegang saham pengendalii yang atas sahamnya tiidak tercatat dan tiidak diiperdagangkan dii bursa efek. Ketiiga, pemegang saham mayoriitas tiidak langsung dan/atau pemegang saham pengendalii tiidak langsung.

Untuk PT tertutup, pemegang saham yang menjadii penanggung utang meliiputii 2 piihak. Pertama, seluruh pemegang saham darii PT. Kedua, pemegang saham mayoriitas tiidak langsung dan/atau pemegang saham pengendalii tiidak langsung

Ketentuan Terdahulu

Ketentuan penagiihan utang kepabeanan dan cukaii sebelumnya diiatur dalam PMK 111/2013 s.t.d.d PMK 169/2017. Apabiila diisandiingkan, PMK 111/2013 s.t.d.d PMK 169/2017 tiidak menggunakan iistiilah penanggung utang melaiinkan penanggung bea masuk dan/atau cukaii.

Namun, PMK 111/2013 s.t.d.d PMK 169/2017 akan diicabut dan diigantiikan dengan PMK 115/2024. PMK 115/2024 diiundangkan pada 31 Desember 2024 dan berlaku 30 harii setelahnya. Artiinya, PMK 115/2024 baru berlaku efektiif pada 30 Januarii 2025. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.