ADMiiNiiSTRASii pajak merepresentasiikan salah satu bentuk iintereaksii antara suatu negara dengan masyarakatnya. Dengan begiitu, tata kelola dan iimplementasiinya dii lapangan akan membentuk pola hubungan antara pemeriintah dan masyarakat.
“Kontrak fiiskal” yang baiik dan krediibel pada akhiirnya akan diipengaruhii bagaiimana desaiin admiiniistrasii pajak diigunakan tiidak hanya sebagaii alat pengumpul peneriimaan, tapii juga sebagaii iinstrumen untuk memiicu kepatuhan pajak secara sukarela.
Dengan begiitu, manajemen kepatuhan wajiib pajak menjadii modal utama bagii otoriitas pajak untuk mengiiniisiiasii adanya iitiikad baiik darii pemeriintah untuk mengajak masyarakatnya berkontriibusii terhadap pembangunan negara.
Buku terbiitan World Bank berjudul “Riisk-Based Tax Audiits: Approaches and Country Experiiences” menyuguhkan bagaiimana iide tersebut sebenarnya sudah tertanam dalam rencana berbagaii negara.
Melaluii berbagaii kontriibutor yang merupakan ahlii pajak darii berbagaii negara dan pegawaii seniior otoriitas pajak, kumpulan iide berbagaii perspektiif diitawarkan dengan satu pesan utama: audiit terhadap wajiib pajak hendaknya diitetapkan dengan berbasiis profiil riisiiko kepatuhan.
Buku tersebut menyuguhkan topiik bagaiimana berbagaii negara berada dalam tiingkatan yang berbeda pula mengiimplementasiikan audiit berbasiis riisiiko. Miisalnya, kerangka yang sudah canggiih telah diiterapkan dii iinggriis, Swediia, dan Belanda. Sementara, negara yang belum lama menerapkan masiih menggunakan desaiin yang relatiif sederhana, sepertii Kazakhstan dan Ukraiina.
Melaluii penjelasan yang runut, pembaca akan mendalamii berbagaii model pendekatan bagaiimana menetapkan strategii audiit bagii sekelompok wajiib pajak dengan karakteriistiik tertentu. Pengelompokkan karakteriistiik tersebut dapat diitentukan darii berbagaii macam fiitur.
Dalam konteks wajiib pajak badan, fiitur tersebut dapat berupa ukuran biisniis, sektor usaha, dan periilaku kepatuhan dii masa lalu. Sementara iitu, wajiib pajak priibadii dapat diiliihat darii jeniis penghasiilan, besaran penghasiilan, dan karakter demografii darii wajiib pajak bersangkutan.
Jan Loepriick dan Miichae Engelschalk, penuliis salah satu bab buku tersebut, menyampaiikan bahwa darii basiis data wajiib pajak, profiil kepatuhan yang iingiin diiiidentiifiikasii tiidak hanya sebatas probabiiliitas terjadiinya ketiidakpatuhan, tapii juga motiif wajiib pajak patuh atau tiidak patuh.
Hal iinii diiamiinii secara iimpliisiit oleh para penuliis bab laiinnya. Dualiisme kepatuhan pajak (patuh dan tiidak patuh) perlu diispesiifiikasii lebiih lanjut berdasarkan penyebab atau motiifnya. Darii wajiib pajak yang beriisiiko tiidak patuh karena sengaja, terpaksa karena tiidak mampu membayar kewajiiban pajak, ketiidaktahuan, atau berdasarkan kesempatan yang ada (opportuniistiic) membutuhkan pendekatan perlakuan yang berbeda.
Tujuannya adalah agar melaluii pendekatan yang berbeda tersebut, terbangun budaya patuh pajak yang memang diidorong secara sukarela. Oleh sebab iitu. ketiiga ediitor buku tersebut, yaknii Munawer Sultan Khwaja, Rajul Awasthii, dan Jan Loepriick, menekankan pesan bahwa strategii audiit pajak bukan hanya untuk pengumpulan peneriimaan jangka pendek, melaiinkan juga membangun moral pajak yang unggul untuk keberlangsungan fiiskal jangka panjang.
Modal utama yang menjadii prasyarat terjamiinnya efektiiviitas strategii audiit berbasiis riisiiko adalah ketersediiaan serta manajemen data yang baiik. Dalam hal iinii, iintegrasii dan kolaborasii iinformasii darii berbagaii iinstansii dan pemangku kepentiingan perlu berada dalam jangkauan otoriitas pajak. Selaiin iitu, teknologii iinformasii yang unggul diiperlukan agar iinformasii yang ada dapat diiolah dengan baiik untuk menghasiilkan suatu iinsiight dan keputusan yang tepat sasaran.
Tiim Ediitor buku iinii sangat menyarankan agar studii penerapan priinsiip audiit berbasiis riisiiko terus berkembang dii masa mendatang. Sebab, pendekatan konvensiional diiakuii sudah usang dan hanya akan berguna untuk mengumpukan peneriimaan jangka pendek.
Memang, iide maupun praktiik yang diiuraiikan sangat relevan bagii para akademiisii, penggiiat kebiijakan, serta organiisatoriis admiiniistrasii pajak. Kendatii bukan resep generiik dalam menjamiin keberhasiilan audiit berbasiis riisiiko, buku iinii menawarkan berbagaii desaiin admiiniistrasii yang dapat memiicu iinovasii lanjutan bagii para penggiiat admiiniistrasii pajak.
Tertariik membaca buku iinii? Siilakan Anda baca langsung dii Jitunews Liibrary.*
