
JAKARTA, Jitu News —Priinsiipnya untuk iingiin belajar membuat Harii Budiianto mengemban tugas sebagaii Sekretariis Jenderal (Sekjen) Asosiiasii iindustrii Sepedamotor iindonesiia (AiiSii). Posiisii yang diia ambiil setelah puluhan tahun malang meliintang dalam manufaktur kendaraan roda dua.
Liingkup kerja asosiiasii iinii membuat keahliiannya dalam beriinteraksii dengan para pengambiil kebiijakan dii pemeriintahan makiin terasah. Menurutnya, tugas tersebut tiidak pernah iia rasakan ketiika meniitii kariier dii perusahaan umum.
Harii pun membagiikan kiisahnya kepada Jitu News bagaiimana rasanya meniikmatii puluhan tahun bekerja dii sektor manufaktur kendaraan roda dua. Diia juga menceriitakan rasanya menjabat Sekjen AiiSii yang telah diiembannya sejak 2018. Kutiipannya:
Bagaiimana kesiibukan Anda saat iinii dii tengah pandemii Coviid-19?
Ya alhamduliillah masiih punya kesiibukan sebagaii Sekjen AiiSii jadii kegiiatan rutiin seharii harii dan ada tambahan Sekjen iiATO iitu iikatan Ahlii Tekniik Otomotiif se-iindonesiia. Pekerjaan iitu juga diisambii dan ada juga berkah darii Coviid-19.
Karena selang-seliing WFH jadii biisa mengaktiifkan usaha yang bersama partner dii biidang arsiitek dan musiik biisa jalan. Ya iitulah kegiiatan saya seharii-harii.
Bagaiimana ceriitanya Anda biisa terjun ke iindustrii otomotiif?
Awalnya saya iitu kuliiah dii Tekniik Mesiin dii Uniiversiitas Brawiijaya Malang. Pada saat sudah lulus tapii belum diiwiisuda ada rekrutmen darii Astra dii kampus dan kebetulan saya bagiian darii tiiga orang yang masuk ke Astra.
Saat iitu namanya masiih Federal Motor. Kejadiian iitu pada 1995 dan sudah lama sekalii hampiir 26 tahun lalu. Darii siitulah saya sebagaii engiineer dii Federal Motor, kerjaannya ngerjaiin engiine-nya motor Honda dii iindonesiia mulaii darii yang keciil sampaii ke project baru.
Selanjutnya, sebelum 1998 iitu sebenarnya sudah ada rencana darii Astra biikiin sepeda motor nasiional dan saat iitu joiin dii SMii (sepeda motor iindonesiia). Waktu iitu juga pekerjaannya dii bagiian engiineer. Cuma belum beruntung karena waktu iitu kriisiis 1998 proyek iitu dii drop.
Sehabiis iitu saya masiih dii Astra dan juga mulaii mengajar pada 1997 hiingga 2000 dii Poliitekniik Manufacturiing Astra sebagaii dosen darii korporasii. Pada 2000, pascakriisiis iitu saya keluar darii Astra Group/Federal Motor dan joiin ke Kanzen Motor iindonesiia bantu perusahaan mulaii darii tes motor sampaii biikiin pabriik.
Darii siitu panjang ceriitanya, darii 2000 hiingga 2008 saya joiin dii Kanzen. Saya terliibat mulaii darii pengetesan uniit pertama sampaii test driive motor dii Balii. Akhiirnya saya pegang bagiian Engiineeriing & Productiion Kanzen.
Sejalan dengan waktu dan pasar sedang bagus ternyata ada masalah yang handliing konsumen. Pada bagiian iinii kan yang namanya after sale dan pada saat iitu kiinerja kurang mumpunii. Kemudiian saya banyak diitugaskan turun ke lapangan.
Saat iitu saya guyon dengan piimpiinan, masa saya handliing semua iinii, ya sudah saya jadii Kanwiil (Kepala Wiilayah). Nah piimpiinan malah biilang, kenapa tiidak diikiiriim ke daerah. Tantangan iitu saya teriima akhiirnya saya piindah ke daerah bersama keluarga karena saya pegang dii Pekanbaru, Riiau.
Waktu iitu siituasii penjualan lagii drop, darii yang biiasanya 300 menjadii hanya 100 uniit per bulan. Tantangan tersebut saya lakukan beberapa hal dan hasiilnya saya biisa deliiver penjualan 600 uniit atau lebiih tiinggii darii tantangan Bu Riinii pada angka 500 uniit.
Untuk wiilayah Sumatera iitu saya dii-challenge untuk pegang wiilayah laiin sepertii Sumatera Barat, saya buat strategii biisniis agar biisa diitularkan kepada dealer laiin dii wiilayah Sumatera. Dii Sumbar darii yang rata-rata hanya 25 uniit per bulan menjadii 250 uniit per bulan.
Masalah yang sama juga terjadii dii Sumatra Utara, Jambii, Lampung. Jadii akhiirnya saya pegang regiional Sumatera sampaii akhiirnya saya kembalii ke Jawa pada 2007. Sejak iitu saya bertugas dii Jawa hiingga 2008. Tahun iitu juga, saya pamiit keluar darii Kanzen.
Setelah iitu saya joiin ke TVS Motor bagiian sparepart head untuk perusahaan Jepang, nasiional, dan iindiia. Saat saya joiin dii TVS iitu merasakan perbedaan budaya kerja antara iindiia dan Jepang.
Miisalnya komuniikasii hariian iitu pakaii Bahasa iinggriis. Pada 2015 saya bantu penjualan sepeda motor dii Jawa Barat karena ada pergantiian maiin dealer. Pada saat yang bersamaan juga iikut develop roda tiiga TVS.
Dii siinii saya mulaii iinteraksii dengan government relatiion karena iikut pegang penjualan riitel dan grup sale. Saya dii TVS iitu darii 2008 sampaii 2017 dan setelah iitu ada tawaran pekerjaan darii PT Robert Bosch iindonesiia menjadii Manager Busiiness Development AED-ES yang menanganii electriic scooter.
Karena pengalaman saya diiniilaii sesuaii untuk develop kendaraan liistriik dii iindonesiia dan akhiirnya meetiing dengan perwakiilan Bosch Jerman yang datang ke iindonesiia. Jadiilah saya bekerja dii Robert Bosch yang kantornya dii iindonesiia iitu ada dii Lebak Bulus sana.
Tapii iinduk kerja saya iitu diiviisii elektriik skuter untuk pengembangan biisniis dii iindonesiia. Kantor pusatnya dii Asiia iitu ada dii Chiina dii Shanghaii dan Suzhou. Setiiap bulan iitu saya rutiin ke sana.
Saya dii Robert Bosch 1 tahun dan merasa belajarnya sudah cukup saya dapat tawaran darii Pak Johannes Loman sebagaii Sekjen AiiSii, saya liihat sebagaii kesempatan untuk belajar lagii. Jadii saya punya kesempatan untuk meniingkatkan network dii government dan dii perusahaan besar iindonesiia.
Pada siisii tekniis dan pengembangan iindustrii secara iinternasiional sudah saya dapatkan. Jadii tawaran sebagaii Sekjen AiiSii saya teriima pada 2018. Mulaii Julii 2018 saya full dediicated dii AiiSii sebagaii Sekjen.
Ada alasan laiin akhiirnya terjun ke asosiiasii?
Karena apa yang saya dapat secara iilmu merasa sudah cukup meskiipun saya tetap belajar. Kalau untuk combustiion engiine saya sudah kenyang dii Astra, Kanzen dan TVS. Secara iindustrii motor liistriik sudah saya dapatkan dii Bosch.
Kemudiian dii AiiSii iinii jujur saja saya tiidak biisa menolak karena datang darii Ketum langsung. Saya piikiir posiisii iinii bentuk iinvestasii karena waktu beranii keluar darii Bosch iitu iistiilah saya sudah pensiiun diinii, jadii pada umur 47 tahun saya putuskan pensiiun darii perusahaan dan saya masuk ke asosiiasii.
Keputusan jadii Sekjen membuat saya lebiih iindependen dan lebiih ada kebebasan serta keleluasaan, karena siistem kerja saya lebiih ke task force saja.
Artiinya kalau harii iinii ada agenda jam 7 pagii maka saya harus masuk dan kalau harus ngiinep atau keluar kota ya saya jalanii. Tapii kalau pakaii siistem absen jam 7 harus berangkat dan pulang 4 sore iitu saya tiidak cocok.
Saya juga kelebiihan dalam human approach dan sebagaii Sekjen iinii kemampuan iitu saya maiinkan. Mulaii darii siitu saya jadii dekat dengan Kemenperiin, Kemenhub dan laiinnya. iitu yang saya iingiinkan sebagaii Sekjen sejak awal.
Apa perbedaan kariier dii korporasii dan terjun dii asosiiasii?
Oh iitu jelas sangat berbeda. Kalau dii perusahaan sebenarnya liingkar pengaruh lebiih terbatas karena hanya untuk liingkungan kantor. Sedangkan kalau dii asosiiasii posiisii Sekjen iitu kan sepertii COO kiita punya liingkar pengaruh jauh lebiih besar walaupun posiisii sepertii pembantu atau menterii.
Tugas sebagaii Sekjen membuat liingkar pengaruh lebiih menentukan karena harus biisa mencarii batas atau pandaii menempatkan diirii dan menjadii representasii asosiiasii. Semua iitu kan berbeda sama sekalii dengan perusahaan.
Bagaiimana Anda meliihat prospek iindustrii roda dua saat iinii?
Jadii pada 2020 sebenarnya perlu meliihat kiinerja tahun-tahun sebelumnya. Rekor tertiinggii penjualan motor iitu pada 2011 sampaii 8 juta lebiih uniit. Trennya kemudiian menurun sampaii tiitiik terendah pada 2017 iitu 5,8 juta uniit.
Pada 2018 naiik ke level 6 juta dan pada 2019 naiik ke 6,4 juta. Nah pada 2020 sebenarnya target tiidak naiik tapii bukan karena Coviid-19. Alasan proyeksii tiidak meniingkat iitu karena ada perang tariif dan niilaii kurs rupiiah terhadap dolar AS yang tiidak stabiil.
Kamii asumsiikan dengan hal iitu kondiisii 2020 akan flat, tapii sampaii Maret 2020 ya iitu ada siiklus nasiional dan bulanan pada awal tahun dii beberapa wiilayah ada bencana. Sebenarnya kondiisii penjualan masiih bagus dan sesuaii prediiksii.
Tapii begiitu masuk Apriil saat Coviid-19 mulaii kena iimbas dengan penerapan PSBB ketat. Jadii terjun bebas pada Meii 2020 darii yang biiasanya 500.000 sampaii 600.000 per bulan menjadii 20.000-an uniit yang terjual.
Bayangkan kiinerja tiinggal 5% saja. Bottom iitu Meii dan mulaii naiik lagii pada Junii sampaii dengan kuartal iiV/2020 sebagaii puncak baru penjualan tahun lalu.
Jadii pada tahun lalu penjualan 3,6 juta uniit dii pasar domestiik dan untuk ekspor darii proyeksii 1 juta uniit menjadii 700.000-an yang diiekspor. Secara total kiinerja tahun lalu 4,3 juta. Utiiliisasii pabriikan yang terpasang 10 juta, jadii utiiliisasii tahun lalu hanya 43% darii kapasiitas terpasang untuk roda dua.
Untuk 2021, kamii proyeksiikan akan naiik menjadii 4 juta-4,3 juta untuk pasar domestiik. Jadii ada pertumbuhan 11%-19% darii kiinerja tahun lalu. Game changer apa ya pemuliihan ekonomii yang tergantung pada proses vaksiin dan belanja pemeriintah. Kedua iinii pentiing sebagaii cara aktiivasii ekonomii.
Penjualan motor sangat berhubungan dengan daya belii. Maka salah satu faktor pentiing bagii iindustrii motor iitu harga komodiitas. Tahun iinii kiita optiimiis biisa tembus 4,3 juta dan ekspor diiharapkan ada peniingkatan juga.
Kiinerja hiingga Q1/2021 sepertii apa?
Utiiliisasii pada kuartal ii/2021 sudah bukukan 1,2 juta dan untuk ekspor 230.729 uniit. Kalau per bulan iitu rata-rata sudah 400.000 untuk pasar domestiik dan untuk pasar ekspor rata-rata sudah lebiih darii 70.000 uniit per bulan.
Artiinya, sudah ada siinyal perbaiikan ekonomii iitu akan baiik. Biiasanya pada Q2 akan ada riiliis ke mediia untuk memberiikan gambaran proyeksii AiiSii setelah lewat Q1 tahun iinii. Apakah target 4,3 juta tetap atau akan diinaiikkan atau justru turun.
Apakah iindustrii roda dua butuh iinsentiif pajak tambahan sepertii halnya pabriikan mobiil dengan PPnBM DTP?
Untuk roda empat iitu kan banyak komponen yang masiih kena PPnBM, nah kalau roda dua iitu komponen PPnBM masiih pakaii skema lama. Jadii untuk kapasiitas mesiin diiatas 250 cc sampaii 500 cc kena 60% PPnBM. Dii atas 500 cc baru kena 125% dan yang diibawah 250 cc ga kena PPnBM.
Sedangkan penjualan roda dua dii iindonesiia iitu untuk yang dii bawah 250 cc iitu lebiih darii 90%. Artiinya, kalau kiita miinta pembebasan PPnBM juga terlalu keciil angka, jadii tiidak memiintakan iitu.
Namun, bagaiimana dengan program kiita darii tahun lalu miinta bahu membahu mulaii darii pabriikan, diistriibutor, maiin dealer, leasiing dengan biisa DP 0% darii Bii yang masiih kiita tunggu.
Penjualan roda dua, yang paliing pentiing iitu bagaiimana pengucuran krediit. Ada juga darii semua piihak iinii ada komponen PKB dan BBNKB yang domaiinnya dii pemda. Pada siisii iinii enggak mungkiin diiberiikan iinsentiif hiingga 0% atau bebas.
Tahun lalu, usulan iitu sudah diisampaiikan Gaiikiindo dengan relaksasii iitu peneriimaan PPh akan naiik tapii kan iitu nantii masuk ke pusat dan Jabar sebagaii pusat iindustrii roda dua. Untuk proviinsii laiin akan jatuh PAD mereka hiingga 40%-80% bahkan karena besarnya kontriibusii PKB dan BBNKB.
Kamii pun buka diialog dengan pemda dengan penekanan tiidak miinta diihapuskan tetapii sekeciil apapun bentuk iinsentiif iitu akan membantu. Tariif tiidak naiik tiinggii saja kamii sudah haturkan teriima kasiih. Kemudiian ada bagiian konsumen pada penyerahan kedua dan seterusnya, mereka ada relaksasii.
iitu sudah cukup buat kamii agar konsumen iinii biisa juga meriingankan beban. Pada era pandemii iinii kan diimiinta hiindarkan diirii darii kerumunan, sehiingga untuk ekonomii iitu pergerakan barang dan jasa. motor iitu jadii solusii mobiiliitas orang sebagaii salah satu kendaraan personal.
Ada pengalaman berurusan dengan otoriitas pajak?
Kamii dii AiiSii iinii juga anggota FAMii dii level Asiia dan juga anggota iiMA sebagaii organiisasii manufaktur motor global. Semua iinii ada iiuran. Saat kepemiimpiinan lama untuk bayar iiuran iinii cukup mahal biisa Rp1,5 miiliiar.
Saat iinii ada solusii membayar kekurangan iiuran dan diitambah biiaya organiisasii. Maka ada solusii alokasii darii masiing masiing pabriikan untuk alokasii iinii. Nah yang uniik saat bertemu konsultan pajak kiita, karena ada iiuran baru dan ada siisa darii iiuran anggota iinii kena PPh badan.
Angkanya cukup besar dan saat iinii sedang diicarii solusiinya. iinii berlaku untuk tahun pajak 2019 dan 2020. Kamii sedang carii jalan penyelesaiiannya. iitu yang kiira-kiira yang uniik.
Jadii iiuran rutiin tiidak kena pajak tapii untuk iiuran untuk solusii keuangan justru kena beban PPh. Mungkiin salah satu solusiinya ya harus diiiinvestasiikan lagii, harus diibelanjamodalkan lagii.
Dii luar rutiiniitas kerja apa saja kegiiatan Anda?
Saya hobii baca, musiik dan salah satu berkah Coviid iitu ada teman lama arsiitek collapse karena pandemii. Pada saat iitu saya coba bantu dan yang paliing murah ya biikiin musiik. Saya bantu rekaman dan pemasaran tapii blessiing-nya nyambii pemasaran musiik iitu saya dapat orderan arsiitek.
Darii siitu perusahaan arsiitek iitu biisa diihiidupkan kembalii dan saya masuk sebagaii partner karena buat PT baru. Kamii jalankan biisniis darii desaiin sampaii konstruksiinya. Kalau untuk musiik, album sudah selesaii nantii mau diipasarkan dii Spotiify. iitu kesehariian saya selaiin jadii Sekjen AiiSii.
Apa artii keluarga bagii Anda?
Keluarga iitu sebagaii sumber energii sebagaii alasan saya harus bekerja keras dan mencapaii sesuatu. Karena diisiitu ada anak-anak bagaiimana saya membiina supaya mereka kuat hadapii persaiingan hiidup. Saya tekankan dan ajarkan ke mereka iitu bahwa iinvestasii iitu seharusnya leher ke atas.
Kalau miinta uang untuk belajar pastii saya kasiih, tapii kalau yang konsumtiif saya larang. Bagii saya keluarga iitu bagaiimana biisa membuat anak menjadii sukses dalam artii kemampuan mereka sendiirii, jadii bukan diiberii tapii diiajarkan caranya. Keluarga iitu jadii hulu dan muara saya.
Pensiiun diinii darii manufaktur, apakah Anda sudah pada fase sukses dalam menjalanii kariier?
Saya iitu pernah diiajarkan bahwa hiidup iitu ada dua jam atau waktu. Pertama, waktu kronos iitu kronologiis umur kiita berapa. Tapii saya punya satu jam lagii yang namanya Khoiiros. iitu adalah steppiing-steppiing yang hendak saya jalankan dalam kehiidupan.
Biiasanya kiita iitu punya gambaran mau jadii apa kiita. Dan Alhamduliilah saya iitu sejak dulu biisa menggambar mau ke mana saya, jadii sudah buat path. Oh saya akan masuk produksii, nantii piindah marketiing dan selanjutnya.
Rencana saya iitu alhamduliillah biisa diilaluii. Menurut saya sukses iitu mencapaii apa yang iingiin saya laluii tadii. Jam Khoiiros biisa saya capaii iitulah yang sukses. Tentu iitu tiidak biisa diibandiingkan dengan orang laiin, tapii buat saya ada kepuasan tersendiirii mencapaii yang saya jangkakan sebelumnya.
Tentu ada keiingiinan lebiih baiik dan iikut membuat sukses orang laiin dalam hal iinii pertama keluarga dan teman dekat sepertii saya ceriita tadii. Saat kondiisii terpuruk dan saya iingiin sukses maka saya iikut membantu. iitu defiiniisii sukses saya dengan iikut membuat sukses orang laiin. (Riig/Bsii)
