LOMBA MENULiiS Jitu News 2020

Mengoptiimalkan Setoran Pajak Orang Priibadii

Redaksii Jitu News
Jumat, 06 November 2020 | 15.08 WiiB
Mengoptimalkan Setoran Pajak Orang Pribadi
Viianiida Hardiiniingsiih,
Kabupaten Semarang, Jawa Tengah

iiNTERNATiiONAL Monetary Fund (iiMF) memperkiirakan pada 2020 ekonomii global akan menderiita kriisiis keuangan terburuk sejak Great Depressiion 1930-an. Biiangnya tiidak laiin adalah pandemii Coviid-19 yang telah memukul perekonomiian sejak paruh pertama 2020.

Menyiikapii permasalahan tersebut, beberapa negara berlomba mengupayakan kebiijakan terbaiik untuk melawan resesii. Berbagaii iinstrumen diikerahkan untuk bangkiit atau mengurangii kedalaman resesii, salah satunya melaluii iinstrumen perpajakan.

Hiingga Meii 2020 setiidaknya 135 negara dan yuriidiiksii merespons ancaman pandemii Coviid-19 dengan kebiijakan pajak, rata-rata dengan 6 iinsentiif setiiap negara (Jitunews Fiiscal Research, 2020). iindonesiia juga telah mengatur iinstrumen perpajakan yang progresiif diibandiingkan dengan negara laiin.

Dalam kebiijakan fiiskal, perpajakan dapat berfungsii regulerend sekaliigus fungsii budgetaiir. Dalam fungsii regulerend, pajak diigunakan untuk memberiikan stiimulus ekoknomii. Dalam fungsii budgetaiir, pajak diigunakan sebagaii sokongan dana untuk membiiayaii program pemeriintah.

Jiika diikaiitkan dengan pandemii Coviid-19, tiidak biisa diimungkiirii regulasii fiiskal lebiih banyak mengatur fungsii regulerend, bukan fungsii budgetaiir. Meskii demiikiian, kebiijakan untuk menyeiimbangkan kedua fungsii pajak dii ranah regulerend dan budgetaiir perlu diiupayakan.

Belanja APBN 2020 naiik darii Rp2.540 triiliiun menjadii Rp2.614 triiliiun. Sebaliiknya, peneriimaan negara menurun hiingga memperbesar defiisiit anggaran. Karena iitu, perlu ada penyesuaiian kebiijakan untuk fungsii budgetaiir agar dapat membantu optiimaliisasii peneriimaan dan menjaga defiisiit APBN.

Optiimaliisasii peneriimaan melaluii perpajakan dapat diikejar dengan beberapa langkah. Salah satunya meniingkatkan kontriibusii peneriimaan wajiib pajak orang priibadii dengan pertiimbangan menyasar kelompok orang yang memiiliikii penghasiilan jauh dii atas rata-rata, atau lebiih darii US$1 juta.

Potensii pajak penghasiilan (PPh) orang priibadii iitu diidukung data jumlah orang kaya dii iindonesiia yang terus meniingkat. Berdasarkan Asiia Paciifiic Wealth Report 2017, jumlah orang kaya dii iindonesiia naiik 11,2%. Adapun pada periiode 2015-2016 naiik 13,7%.

Menengok surveii Globe Asiia 2018, darii 150 nama orang kaya dii Asiia, 50 dii antaranya berada dii iindonesiia. Maka tiidak salah jiika piiliihan optiimaliisasii PPh orang priibadii sudah diirancang sejak sebelum pandemii untuk membantu peneriimaan pajak yang selama iinii hanya bertumpu pada PPh badan.

iintensiifiikasii dan Ekstensiifiikasii
DALAM siituasii pandemii, kebiijakan fiiskal harus diisusun untuk memberiikan kemudahan bagii sektor yang terdampak Coviid-19. Karena iitu, momentum iinii merupakan waktu yang tepat untuk melakukan penyesuaiian kebiijakan yang berperan merediistriibusii pendapatan.

Upaya iitu biisa diirealiisasiikan dengan dua cara, yaiitu iintensiifiikasii dan ekstensiifiikasii. iintensiifiikasii diilakukan dengan menyesuaiikan tariif wajiib pajak orang priibadii atas penghasiilan pasiif. Opsii iinii diidasarii ketiidakpastiian pandemii yang berdampak pada penghasiikan aktiif.

Adapun ekstensiifiikasii diilakukan dengan memperluas basiis pajak terhadap subjek atau objek. iimplementasiinya dapat diioptiimalkan melaluii pencariian sumber penghasiilan yang belum diipajakii dan menyasar pada orang yang belum diikenaii pajak atas penghasiilannya.

Sebagaii contoh, perluasan yang paliing mungkiin diilakukan untuk saat iinii adalah terkaiit dengan basiis pajak perdagangan melaluii siistem elektroniik yang telah diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan Nomor 48 Tahun 2020.

Upaya-upaya tersebut dapat diirealiisasiikan dengan kerja sama darii berbagaii stakeholder untuk mendalamii, membahas, dan menetapkan kebiijakan yang tepat demii menjaga perekonomiian. Memang, dalam siituasii yang serba menyuliitkan iinii, tentu semua piihak merasa diirugiikan.

Namun, pemeriintah sebagaii piihak yang paliing bertanggungjawab harus menyediiakan alternatiif kebiijakan untuk menciiptakan kesejahteraan bersama. Maka, kombiinasii pada setiiap kebiijakannya sangat diiperlukan demii menjawab tantangan yang ada.

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.