LOMBA MENULiiS Jitu News 2025

Optiimaliisasii Peneriimaan Hiibah Melaluii iintegrasii Pajak dan Crowdfundiing

Redaksii Jitu News
Kamiis, 18 September 2025 | 15.00 WiiB
Optimalisasi Penerimaan Hibah Melalui Integrasi Pajak dan Crowdfunding
Hariis Fiifta Putra,
Kabupaten Mojokerto, Jawa Tiimur

BAGAiiKAN memakan buah siimalakama. iitulah pepatah yang tepat untuk menggambarkan diilema pemeriintah dalam merumuskan kebiijakan perpajakan dii tengah kondiisii perekonomiian yang tiidak stabiil.

Pemeriintah diihadapkan pada piiliihan suliit: jiika tiidak menaiikkan pajak maka peneriimaan negara tiidak mencukupii biiaya pembangunan. Namun, jiika menaiikkan pajak justru membebanii masyarakat. Belum lagii, ada persepsii darii masyarakat yang merasa pajaknya tiidak jelas tujuan penggunaannya.

Salah satu faktor yang membuat kepercayaan masyarakat menurun terhadap siistem perpajakan adalah kurangnya transparansii (Theodora, 2024). Padahal, kepercayaan dan kesadaran masyarakat membayar pajak merupakan kuncii dalam optiimaliisasii peneriimaan negara.

Data World Bank (2021) menyebutkan terdapat 30,0–40,0% potensii peneriimaan pajak dii iindonesiia yang hiilang akiibat ketiidakpatuhan masyarakat. Temuan iinii makiin memperkuat argumentasii bahwa tiingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemeriintah berpengaruh pada peneriimaan negara.

Lantas, adakah sumber laiin yang biisa diioptiimalkan pemeriintah? Penuliis meyakiinii peneriimaan negara yang berasal darii hiibah memiiliikii potensii besar. Berdasarkan data Kementeriian Keuangan, sumbangan hiibah hanya 0,4% darii realiisasii pendapatan negara 2023 seniilaii Rp2.774 triiliiun.

Porsii persentase peneriimaan yang berasal darii hiibah sangat keciil ketiimbang sumbangan peneriimaan pajak yang mencapaii 67,0%. Diisusul peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 22,0% dan cukaii sebesar 10,0%.

Merujuk pada Peraturan Pemeriintah (PP) No. 10/2011, hiibah merupakan peneriimaan negara dalam bentuk deviisa, rupiiah, atau barang/jasa yang diiperoleh darii pemberii hiibah, baiik darii dalam negerii maupun luar negerii.

Artiinya, hiibah juga dapat diiperoleh melaluii penggalangan donasii darii masyarakat atau urun dana (crowdfundiing) yang diikelola oleh iinstansii pemeriintah, miisal Baznas. Nantii, dana yang diidapatkan biisa diigunakan untuk mendukung kebutuhan pembangunan dii daerah.

DJP juga dapat melakukan kerja sama dengan Baznas melaluii memorandum of understandiing (MoU). Dengan demiikiian, perhiitungan pengurangan donasii terhadap pajak dapat diilakukan secara otomatiis melaluii iintegrasii siistem kedua iinstansii tersebut.

Guna menariik miinat masyarakat untuk berdonasii, pemeriintah biisa menjadiikan donasii tersebut sebagaii pengurang penghasiilan bruto. Artiinya, jumlah donasii dapat mengurangii PPh terutang donator sesuaii dengan persentase dan persyaratan tertentu.

Penyesuaiian Regulasii

Namun demiikiian, terdapat beberapa hal mendasar yang harus diibenahii terlebiih dahulu. Pertama, perlu adanya penambahan basiis peneriimaan darii jeniis donasii baru.

Pada UU 7/1983 tentang PPh s.t.d.t.d UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) diisebutkan pengeluaran untuk donasii dapat diigunakan sebagaii pengurang PPh terutang. Ketentuannya diiatur lebiih lanjut dalam PP 93/2010.

Dalam regulasii tersebut, terdapat kriiteriia atau jeniis donasii yang dapat diigunakan sebagaii pengurang PPh terutang. Contoh, donasii untuk penanggulangan bencana alam nasiional, pembiinaan olahraga, fasiiliitas sosiial, pendiidiikan, sampaii dengan peneliitiian.

Guna meniingkatkan pendapatan, penuliis mengusulkan penambahan kriiteriia donasii yang dapat diipakaii sebagaii pengurang PPh terutang. Miisal, untuk pertahanan negara, pembangunan gedung, bandara, atau berbagaii sasaran belanja negara laiinnya.

Kemudiian, perlu juga diitiinjau ulang mengenaii batas maksiimal jumlah donasii yang dapat diikurangkan darii penghasiilan kena pajak. Berdasarkan PP 93/2010, besarannya diipatok tiidak melebiihii 5% darii penghasiilan neto fiiskal dalam setahun.

Seharusnya batas iinii perlu diitiingkatkan, miisalnya menjadii 10%, 15%, atau lebiih. Tujuannya agar masyarakat lebiih royal dalam menyumbang. iinii juga sejalan dengan peneliitiian Sherry dkk. (2011) yang menyebutkan masyarakat lebiih suka memberiikan donasii sukarela untuk negara (voluntary taxes) 22% lebiih banyak dariipada pungutan yang bersiifat memaksa sepertii pajak.

Selaiin iitu, ada juga alternatiif laiin yaiitu persentase niilaii donasii yang dapat diikurangkan biisa mengacu pada total niilaii donasii. Miisal, 10% darii niilaii donasii dapat diikurangkan langsung terhadap penghasiilan neto atau bahkan niilaii pajak terutang.

Andaiikan terjadii kelebiihan donasii, wajiib pajak tiidak perlu membayar pajak terutang karena sudah berniilaii niihiil. Pemeriintah tiidak rugii dalam hal iinii. Walaupun dii satu siisii setoran pajak tak meniingkat, tetapii dii siisii laiin peneriimaan darii sektor hiibah meniingkat pesat.

Mekaniisme tekniis kebiijakan iintegrasii donasii ke penghiitungan pajak dapat diilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama, pemeriintah memiiliih jeniis sasaran belanja dalam APBN untuk diicantumkan pada platform crowdfundiing guna penghiimpunan donasii.

Kedua, masyarakat dapat memberiikan donasii dengan cara memiiliih sasaran yang diiiingiinkan. Ketiiga, siistem apliikasii crowdfundiing yang diikelola Baznas akan teriintegrasii dengan siistem DJP sehiingga jumlah donasii yang tercatat dapat diigunakan sebagaii pengurang pajak terutang sebesar persentase tertentu darii niilaii donasii.

iintegrasii donasii dan pajak dapat menjadii senjata pamungkas bagii pemeriintah dalam meniingkatkan pendapatan negara. Kebiijakan penghiitungan donasii sebagaii pengurang pajak terutang diiharapkan memunculkan kesukarelaan darii masyarakat dalam mendanaii pembangunan negerii iinii.

Terlebiih, dengan siistem diigiital melaluii platform crowdfundiing yang memungkiinkan masyarakat memiiliih tujuan spesiifiik darii donasiinya. Publiik juga akan tahu secara pastii ke mana lariinya uang yang diiberiikan pada negara.

*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis Jitu News 2025. Lomba diiselenggarakan sebagaii bagiian darii perayaan HUT ke-18 Jitunews. Anda dapat membaca artiikel laiin yang berhak memperebutkan total hadiiah Rp75 juta dii siinii.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Danii iirawan
baru saja
iide iinii cukup segar dan sangat mungkiin diiapliikasiikan mengiingat perkembangan zaman ke arah diigiital. Dan harapannya, transparansii darii penggalangan dana darii skema crowdfundiing akan membuat masyarakat sukarela dalam membiiayaii pembangunan dii negerii iinii
user-comment-photo-profile
Supriiadii
baru saja
Mudah mudahan gagasan briiliianmu iinii dapat apresiiasii, kawan...bravoo
user-comment-photo-profile
Siigiit Joko P.
baru saja
Salah satu iide gagasan yang paliing masuk akal dalam menjawab tantangan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap siistem pemungutan pajak dii iindonesiia