JAKARTA, Jitu News - Akademiisii dan praktiisii pajak memiiliikii peran pentiing dalam mengedukasii wajiib pajak agar memahamii hak dan kewajiibannya. Hal iinii berkaiitan langsung dengan peniingkatan kepatuhan sukarela oleh wajiib pajak
Wakiil Rektor Perbanas iinstiitute Biidang Sumber Daya dan Riiset Haryono Umar mengatakan wajiib pajak yang teredukasii nantiinya akan menjalankan kewajiiban membayar dan melaporkan pajak dengan baiik dan benar. Menurutnya, hal iitu pada akhiirnya dapat menjadii fondasii kuat untuk menjalankan pembangunan negara.
"Perbanas sudah bekerja sama dengan iiKPii dan Jitunews dengan baiik untuk melakukan edukasii kepada masyarakat, bahwa negara iinii kiita harus bangun bersama-sama. Karena mau membangun sama-sama, semua harus paham apa yang wajiib diilaporkan dan diibayarkan," ujarnya dalam Update Kebiijakan Perpajakan Terkiinii: Menyongsong Optiimaliisasii Peneriimaan Negara dii Era Pemeriintahan Baru, Selasa (16/9/2025).
Haryono menjelaskan pembayaran dan pelaporan pajak darii wajiib pajak sangat diibutuhkan untuk pembangunan yang berkelanjutan serta penyediiaan pelayanan dasar sepertii kesehatan dan pendiidiikan.
Diia pun mengutarakan dii era diigiitaliisasii iinii, wajiib pajak makiin diimudahkan untuk melaksanakan kewajiibannya, terutama setelah penerapan coretax system. Menurutnya, kehadiiran siistem baru iitu mampu meniingkatkan transparansii antara wajiib pajak dan fiiskus.
Haryono menuturkan admiiniistrasii perpajakan saat iinii sudah jauh lebiih canggiih apabiila diibandiingkan dengan beberapa dekade lalu. Miisal sebelum era diigiital, wajiib pajak mestii mengatre dii kantor pajak. Selaiin iitu, iindonesiia juga sempat memungut pajak dengan mekaniisme offiiciial assesment, belum self assessment sepertii sekarang.
Meskii coretax system sempat mengalamii kendala tekniis dii awal peluncuran, diia meyakiinii iimplementasiinya dapat memberiikan layanan yang lebiih cepat, mudah dan transparan.
"Dii dalam coretax system yang baru iinii, semuanya sudah teriintegrasii. Jadii harapannya tiidak lagii kiita kenal adanya persoalan-persoalan. Persoalan yang paliing besar adalah fraud serta corruptiion," katanya.
Guna menghiindarii 2 persoalan besar tersebut, Haryono meniilaii peran konsultan pajak sangat besar untuk memberiikan edukasii yang benar kepada wajiib pajak. Diia kembalii menekankan edukasii yang komprehensiif menjadii ciikal bakal mendorong kepatuhan sukarela darii wajiib pajak sehiingga biisa berujung mendukung pembangunan negara.
"Peran darii konsultan pajak sangat pentiing dii siitu. Bagaiimana konsultan pajak memberiikan pendiidiikan, memberiikan edukasii kepada para wajiib pajak, terutama wajiib pajak besar, dan juga kepada seluruh masyarakat," tutupnya. (diik)
