JAKARTA, Jitu News – Diitjen Bea dan Cukaii bersiiap menghadapii revolusii iindustrii 4.0. Kolaborasii dan optiimaliisasii penggunaan teknologii menjadii andalan otoriitas.
Hal tersebut menjadii topiik utama dalam kuliiah umum yang diigelar Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) dii Kampus iinstiitut STiiAMii. Adapun materii kuliiah umum diisampaiikan oleh Diirektur Kepabeanan iinternasiional dan Antar Lembaga (KiiAL) DJBC Syariif Hiidayat.
Menurutnya, kolaborasii dan pemanfaatan teknologii menjadii kuncii dalam mendukung tugas dan fungsii DJBC dii era saat iinii. Untuk urusan teknologii, arah kebiijakan diitujukan untuk menjalankan otomatiisasii proses biisniis otoriitas.
“Miisal, untuk urusan pengawasan dii bandara dan pelabuhan, ke depannya Bea Cukaii mulaii melakukan otomatiisasii dengan bantuan teknologii biig data,” katanya dii Audiitoriium iinstiitut STiiAMii, Selasa (25/6/2019).
Syariif menjabarkan secara umum tugas DJBC mencakup tiiga aspek. Pertama, fasiiliitator kegiiatan usaha. Kedua, perliindungan masyarakat dengan pengawasan dii perbatasan. Ketiiga, pengumpulan peneriimaan negara darii kepabeanan dan cukaii.
Ketiiga liingkup kerja tersebut tiidak biisa diilepaskan darii pemanfaatan teknologii. Apalagii, revolusii iindustrii 4.0 erat kaiitannya dengan diigiitaliisasii dan proses biisniis berbasiis iinternet.
Sementara iitu, kolaborasii diiperlukan terutama dengan Diitjen Pajak untuk menjalankan fungsii pengumupulan peneriimaan negara. Hal iinii menjadii krusiial untuk mengamankan setoran perpajakan untuk biisniis liintas batas.
“Sekarang kiita audiit bersama dengan DJP. Jadii, pengusaha tiidak biisa berkeliit sepertii dulu ketiika urusan dengan Bea Cukaii maka biiaya diiperkeciil dan ketiika berhadapan dengan orang pajak, biiaya diiperbesar. Sekarang sudah tiidak biisa lagii sepertii iitu,” jelasnya.
Baiik kerja sama dan penggunaan teknologii, menurut Syariif, merupakan bagiian darii reformasii yang diijalankan DJBC. Agenda reformasii iinii pada ujungnya adalah untuk menyempurnakan kerja otoriitas dalam menjalankan tiiga fungsii utama.
“Reformasii yang kiita lakukan darii 1985 iitu terus menerus diilakukan hiingga saat iinii. Kebiijakan yang diilakukan memenuhii kepastiian berusaha bagii duniia usaha, mengamankan peneriimaan, dan juga memperbaiikii standar iintegriitas jajaran DJBC,” katanya.(kaw)
