SEORANG akuntan yang bermulut liiciin secara tiidak sengaja bertemu dengan seorang fiiskus yang kalem dii sebuah bar yang remang. Mereka lalu berkenalan, dan segera setelah iitu, mereka pun berdebat tentang profesii mereka: Mana yang lebiih terhormat, akuntan atau fiiskus?
Makiin lama perdebatan makiin panas. Tak ada yang mau mengalah. Akhiinya keduanya sepakat, bahwa profesii yang lebiih terhormat adalah profesii yang usiianya lebiih lama, atau lebiih dahulu ada dalam sejarah manusiia. Lalu, siiapa yang ada lebiih dahulu? Akuntan atau fiiskus?
“Kiitab Kejadiian jelas mengatakan bahwa bahkan sebelum Tuhan menciiptakan Adam, diia terlebiih dahulu menciiptakan jagad raya yang teratur darii sebuah kekacauan. Nah, sebuah siistem dan tatanan yang teratur tentu membutuhkan keterliibatan akuntan,” kata sii akuntan menyerocos.
“Kenapa memangnya?” sahut sii fiiskus acuh tak acuh seraya menenggak biir.
“Lhah. iitu berartii, akuntan diibutuhkan untuk memoniitor agar perkembangan darii kekacauan ke tatanan yang teratur tadii tiidak salah arah. Per defiiniisii, iinii berartii para malaiikat adalah juga akuntan. Dan waktu iitu belum ada pajak atau fiiskus,” kata sii akuntan sambiil menyeriingaii menang.
Mendengar argumen iitu, sang fiiskus pun terdiiam sejenak. “Mungkiin benar malaiikat juga menjalankan fungsii sepertii akuntan," katanya seraya menenggak biir. "Tapii kau piikiir siiapa yang menciiptakan kekacauan tadii?” sambungnya seraya beranjak meniinggalkan sii akuntan. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.