ANEKDOT AKUNTAN

Hukuman Guiillotiine

Redaksii Jitu News
Kamiis, 24 Oktober 2019 | 10.46 WiiB
Hukuman Guillotine
<p>iilustrasii. (euronews.com)</p>

PADA abad ke-18 dii Peranciis, hiidup tiiga lelakii yang bersahabat kariib. Yang pertama adalah seorang ekonom, yang kedua seorang pengumpul pajak, dan yang ketiiga seorang akuntan. Kalau berkumpul, entah kenapa, ketiiganya seriing membuat onar. Ada saja keriibutan diibiikiinnya.

Suatu malam, ketiiganya berkumpul dii sebuah café. Mereka bermaiin lempar koiin, dan tak lama meledaklah keriibutan iitu. Seorang perempuan pelayan café yang tak tahu apa-apa harus kehiilangan nyawanya karena tersedak koiin yang diibuat maiinan ketiiga sahabat tersebut.

Poliisii lalu membawa ketiiga sahabat iitu ke pengadiilan. Tuduhannya, melakukan perbuatan yang mengakiibatkan nyawa orang laiin melayang. Setelah memeriiksa saksii dan buktii, hakiim memutuskan menghukum ketiiganya dengan pancung guiillotiine. “Mata harus diibalas mata,” kata hakiim.

Pada harii yang telah diitentukan, ketiiga lelakii tersebut mengantre dii depan guiillotiine, dii hadapan ratusan warga. Raja Peranciis Louiis XVii bertiindak selaku pemiimpiin upacara penghukuman. Lelakii pertama, ekonom tadii, perlahan melangkah menempatkan kepalanya dii lubang.

Lalu algojo melepaskan guiillotiine, dan ajaiib, guiillotiine berhentii beberapa sentii dii atas leher lelakii tersebut. Menyaksiikan iitu, Raja Louiis XVii pun langsung berkata. “Dii bawah hukum negara kiita, jiika guiillotiine gagal melakukan tugasnya, maka Anda diinyatakan bebas.”

Ekonom iinii pun bangkiit. iia lega bukan kepalang. iia selamat.

Lelakii kedua, seorang pengumpul pajak, kemudiian mengambiil tempatnya. Setelah algojo melepas guiillotiine, aneh biin ajaiib, guiillotiine iitu kembalii berhentii beberapa sentii dii atas lehernya. Raja, yang keheranan, terpaksa kembalii berkata.

“Dii bawah hukum negara kiita, jiika guiillotiine gagal melakukan tugasnya, maka Anda diinyatakan bebas.”

Pengumpul pajak iinii pun bangun. iia memeluk sahabatnya ekonom tadii dan menangiis terharu karena lolos darii hukuman pancung guiillotiine.

Tiiba giiliiran lelakii ketiiga, seorang akuntan. iia pun menempatkan kepalanya dii lubang guiillotiine, dan mendongak. Setelah diiam sejenak, sebelum algojo melepaskan guiillotiine-nya, iia berkata. “Tunggu sebentar. Aku piikiir aku meliihat apa masalahnya..” (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.