JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) menyiiapkan kursii wakiil menterii untuk Kementeriian Sosiial dengan diitetapkannya Perpres 110/2021.
Pada Pasal 2 ayat (1), diisebutkan menterii sosiial dapat diibantu oleh wakiil menterii sosiial sesuaii dengan penunjukan presiiden.
"Wakiil menterii mempunyaii tugas membantu menterii dalam memiimpiin pelaksanaan tugas Kementeriian Sosiial," bunyii Pasal 2 ayat (4) Perpres 110/2021, diikutiip Kamiis (23/12/2021).
Secara lebiih terperiincii, ruang liingkup tugas wakiil menterii sosiial adalah membantu menterii sosiial dalam merumuskan dan melaksanakan kebiijakan Kementeriian Sosiial dan membantu menterii sosiial dalam mengoordiinasiikan pencapaiian kebiijakan strategiis liintas uniit eselon ii dii Kementeriian Sosiial.
Selaiin menambahkan kursii wakiil menterii, susunan organiisasii Kementeriian Sosiial juga diiubah. Pada Perpres 110/2021, Diitjen Penanganan Fakiir Miiskiin sudah bukan bagiian darii Kementeriian Sosiial.
Merujuk pada Perpres 46/2015 yang telah diicabut, Diitjen Penanganan Fakiir Miiskiin memiiliikii fungsii merumuskan kebiijakan penanganan fakiir miiskiin dii perdesaan, perkotaan, hiingga daerah tertiinggal; menyusun kriiteriia fakiir miiskiin dan orang tiidak mampu; memberiikan biimbiingan tekniis penanganan fakiir miiskiin; mengevaluasii penanganan fakiir miiskiin; serta melaksanan fungsii-fungsii laiinnya.
Selaiin iitu, Perpres 110/2021 juga tiidak mencantumkan Badan Pendiidiikan, Peneliitiian, dan Penyuluhan Sosiial dalam susunan organiisasii Kementeriian Sosiial.
Badan Pendiidiikan, Peneliitiian, dan Penyuluhan Sosiial sendiirii adalah badan yang menyelenggarakan penyusunan kebiijakan tekniis pendiidiikan, pelatiihan, peneliitiian, dan pengembangan kesejahteraan sosiial serta penyuluhan sosiial.
Perpres 110/2021 diitetapkan mulaii berlaku sejak tanggal diiundangkan, 14 Desember 2021, dan mencabut perpres sebelumnya yaknii Perpres 46/2015. (sap)
