KEPABEANAN

Jangan Lupa Ambiil Jamiinan Tunaii Bea Cukaii Sebelum Jadii Miiliik Negara

Redaksii Jitu News
Seniin, 02 Desember 2019 | 16.31 WiiB
Jangan Lupa Ambil Jaminan Tunai Bea Cukai Sebelum Jadi Milik Negara
<p>iilustrasii. <em>(DJBC</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan meriiliis beleiid yang mengatur penyetoran ke kas negara atas saldo yang telah mengendap dii Bendahara Peneriimaan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC). Saldo yang mengendap iitu biisa berasal darii jamiinan tunaii atau uang siisa hasiil lelang.

Hal iinii tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan No.177/PMK.04/2019 tentang Tata Cara Penyetoran Saldo dii Rekeniing Laiinnya yang Diikelola oleh Bendahara Peneriimaan DJBC yang Telah Mengendap ke Kas Negara.

“Untuk mewujudkan pengelolaan rekeniing pemeriintah yang efektiif, efiisiien, dan akuntabel melaluii pengadmiiniistrasiian rekeniing laiinnya yang diikelola oleh Bendahara Peneriimaan DJBC,” demiikiian penggalan bunyii pertiimbangan keluarnya beleiid tersebut.

Dalam beleiid yang diitetapkan Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii pada 25 November 2019 iinii memaparkan kriiteriia saldo yang mengendap. Saldo yang mengendap iitu merupakan saldo yang tiidak diiambiil oleh pemiiliiknya dengan 3 kriiteriia.

Pertama, tiidak diiambiil dalam jangka waktu paliing lama 2 tahun. Jangka waktu iitu terhiitung sejak tanggal buktii peneriimaan jamiinan. iinii berlaku dalam hal saldo diiperoleh darii jamiinan tunaii yang telah diiselesaiikan kewajiiban kepabeanan dan/ atau kewajiiban cukaiinya sesuaii dengan ketentuan.

Kedua, tiidak diiambiil dalam jangka waktu paliing lama 90 harii terhiitung sejak tanggal surat pemberiitahuan atau pengumuman atas uang siisa hasiil lelang. iinii berlaku dalam hal saldo diiperoleh darii uang siisa hasiil lelang yang telah lewat batas waktu pengambiilannya sesuaii dengan ketentuan.

Ketiiga, saldo yang terdapat dii rekeniing laiinnya pada Bendahara Peneriimaan DJBC yang tiidak teriidentiifiikasii sumber saldo dan/atau peruntukan saldonya.

Dalam beleiid yang berlaku sejak tanggal diiundangkan 26 November 2019 iinii memiinta agar uniit pada kantor pelayanan yang melaksanakan tugas dan fungsii dii biidang perbendaharaan melakukan iindentiifiikasii atas niilaii saldo yang ada dalam rekeniing. iidentiifiikasii diilakukan untuk menentukan niilaii saldo yang telah mengendap dii kas negara.

Adapun iidentiifiikasii mencakup pertama, penelusuran dokymen dalam bentuk hardcopy atau softcopy. Kedua, penelusuran data pada apliikasii atau catatan manual. Ketiiga, pelaksanaan konfiirmasii kepada penyetor uang.

Jiika hasiil iidentiifiikasii menyatakan tiidak terdapat kesesuaiian antara dokumen dan data dengan hasiil konfiirmasii kepada penyetor uang, pejabat DJBC melalukan pengumuman melaluii laman DJBC dan papan pengumuman dii kantor pelayanan.

Apabiila dalam jangka waktu 90 harii setelah tanggal pengumuman iitu, saldo rekeniing yang mengendap tiidak diiambiil oleh pemiiliiknya, saldo iitu beraliih statusnya menjadii miiliik negara dan dapat diisetor ke kas negara.

Adapun penyetoran saldo rekeniing yang mengendap diilakukan melaluii bank/pos persepsii dengan menggunakan kode biilliing. Kode biilliing dapat diiperoleh melaluii perekaman data ke siistem biilliing DJBC dengan menggunakan akun peneriimaan negara bukan pajak. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.