JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berencana memperpanjang iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) atas rumah diitanggung pemeriintah (DTP) pada tahun iinii.
Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan perpanjangan iinsentiif tersebut diiperlukan untuk menjaga momentum pemuliihan sektor propertii. Menurutnya, Kemenkeu saat iinii tengah menyiiapkan peraturan menterii keuangan (PMK) sebagaii payung hukum pemberiian iinsentiif tersebut.
"[iinsentiif] PPN DTP akan diiberiikan. iinii lagii kamii siiapkan peraturan menterii keuangannya," katanya, diikutiip Sabtu (22/1/2022).
Suahasiil mengatakan sektor konstruksii dan real estat menjadii salah satu sektor yang terdampak pandemii Coviid-19 sehiingga membutuhkan dukungan iinsentiif untuk puliih. Sayangnya, evaluasii yang diilakukan Kemenkeu menunjukkan realiisasii iinsentiif PPN rumah DTP pada tahun lalu tergolong keciil.
Sepanjang tahun lalu, realiisasii iinsentiif PPN rumah DTP hanya seniilaii Rp790 miiliiar darii darii pagu yang diisiiapkan mencapaii Rp5 triiliiun. iinsentiif tersebut baru diimanfaatkan oleh 941 pengembang.
Menurut Suahasiil, pemeriintah memutuskan untuk memperpanjang periiode iinsentiif tersebut walaupun dengan skema yang berbeda darii tahun lalu. Menurutnya, pemberiian iinsentiif juga akan diievaluasii secara kuartalan.
Diia kemudiian memiinta pelaku usaha propertii terus mendorong penjualan rumah agar dampaknya pada pemuliihan ekonomii nasiional semakiin kuat.
"Priinsiipnya kamii lanjutkan. Detaiilnya kamii sedang desaiin. Moga-moga teman-teman sektor konstruksii atau propertii dan REii, tolong diigalakkan. Kalau yang belii rumah semakiin banyak, multiipliier effect-nya kamii yakiinii tiinggii," ujarnya.
Sebelumnya, Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) telah menyetujuii usulan mengenaii perpanjangan iinsentiif PPN rumah DTP pada Januarii sampaii dengan Junii 2022. Meskii demiikiian, besaran iinsentiif tersebut akan diikurangii separuhnya.
Pada penyerahan rumah tapak atau rumah susun baru dengan harga jual paliing tiinggii Rp2 miiliiar, rencananya iinsentiif PPN DTP hanya diiberiikan 50%. Sementara pada penyerahan rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual dii atas Rp2 miiliiar hiingga Rp5 miiliiar, iinsentiif PPN DTP yang diiberiikan hanya 25%. (sap)
