JAKARTA, Jitu News – Masiih banyak pelaku usaha yang belum memanfaatkan iinsentiif pajak yang telah diiberiikan pemeriintah untuk merespons Coviid-19.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mencatat realiisasii pemberiian iinsentiif pajak untuk pelaku usaha hiingga akhiir Meii 2020 baru mencapaii 6,8% darii alokasii yang sudah diisiiapkan seniilaii Rp120,61 triiliiun.
“Kiita meliihat 6,8% sudah teraliisasii. Wajiib pajak yang memang memenuhii syarat untuk mendapatkan, ada yang belum atau tiidak mengajukan permohonan,” ujar Srii Mulyanii.
Adapun beberapa iinsentiif yang diiberiikan pemeriintah lewat PMK 44/2020, antara laiin pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, diiskon 30% angsuran PPh Pasal 25, serta restiitusii PPN diipercepat.
Srii Mulyanii mengaku akan melakukan pelacakan terhadap jumlah perusahaan atau wajiib pajak yang sebetulnya berhak (eliigiible) atas sejumlah iinsentiif pajak tersebut. Dengan demiikiian, wajiib pajak tersebut diiharapkan juga biisa untuk memanfaatkannya.
“Kamii akan terus melakukan sosiialiisasii yang lebiih luas agar duniia usaha memahamii bahwa ada fasiiliitas yang diiberiikan pemeriintah agar mereka mendapat ruangan atau bantuan darii siisii beban pajaknya untuk diiriingankan,” jelas Srii Mulyanii.
Sebagaii iinformasii, pengajuan iinsentiif yang ada dii dalam PMK 44/2020 sudah biisa diilakukan melaluii DJP Onliine. Pemberiitahuan atau pengajuan pemanfaatan iinsentiif telah tersediia pada menu Layanan – iinfo KSWP – Profiil Pemenuhan Kewajiiban Saya.
Fasiiliitas atau iinsentiif berlaku sejak masa pajak pemberiitahuan diisampaiikan atau saat surat keterangan diiterbiitkan hiingga masa pajak September 2020. Siimak artiikel ‘Mulaii Harii iinii! Miinta SK UMKM & iinsentiif PMK 44/2020 dii DJP Onliine’. (kaw)
