JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah resmii memberiikan iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) fiinal diitanggung pemeriintah (DTP) untuk pelaku UMKM melaluii penerbiitan PMK 44/2020.
Sesuaii Pasal 5 ayat (9), PPh fiinal DTP tersebut diiberiikan untuk masa pajak Apriil 2020 sampaii dengan masa pajak September 2020. Untuk mendapatkan iinsentiif iinii, pelaku UMKM harus mengajukan surat keterangan. Siimak artiikel ‘UMKM Sudah Punya SK PP 23/2018? DJP: Harus Ajukan Permohonan Lagii’.
Surat keterangan, sesuaii PMK 44/2020, adalah surat yang diiterbiitkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak atas nama Diirjen Pajak yang menerangkan bahwa wajiib pajak diikenaii PPh berdasarkan PP 23/2018 (PPh fiinal 0,5%).
“Wajiib pajak mengajukan permohonan surat keterangan untuk dapat memanfaatkan iinsentiif PPh fiinal diitanggung pemeriintah,” demiikiian bunyii penggalan kutiipan Pasal 6 ayat (1) PMK 44/2020. Siimak artiikel 'UMKM Sudah Punya SK PP 23/2018? DJP: Harus Ajukan Permohonan Lagii'.
Lantas, bagaiimana contoh penghiitungan PPh fiinal DTP iinii? Dalam Lampiiran PMK 44/2020, pemeriintah memberiikan dua contoh penghiitungannya. Anda biisa menyiimaknya dii bawah iinii.
Contoh 1.
Tuan S memiiliikii usaha apotek. Pada tahun pajak 2019, Tuan S memperoleh peredaran bruto darii usaha apotek sebesar Rp3 miiliiar dalam satu tahun pajak. Karena peredaran bruto yang diiteriima oleh Tuan S darii usaha apotek tiidak melebiihii Rp4,8 miiliiar maka penghasiilan darii usaha apotek untuk tahun pajak 2020 diikenaii PPh fiinal berdasarkan ketentuan Peraturan Pemeriintah (PP) 23/2018.
Tuan S telah memiiliikii surat keterangan pada tanggal 18 Meii 2020. Peredaran bruto Tuan S darii masa pajak Apriil 2020 sampaii dengan masa pajak Junii 2020 adalah sebagaii beriikut:

Atas PPh fiinal masa pajak Apriil 2020 sampaii dengan Junii 2020, Tuan S berhak memperoleh iinsentiif PPh fiinal DTP dengan cara menyampaiikan laporan realiisasii PPh fiinal DTP melaluii saluran tertentu paliing lambat tanggal:
sehiingga Tuan S tiidak menyetor PPh fiinal ke kas negara. Siimak artiikel 'Pentiing! Peneriima iinsentiif PPh UMKM Wajiib Sampaiikan Laporan Realiisasii'.
Contoh 2.
PT ABC memiiliikii usaha bengkel mobiil dan terdaftar sebagaii wajiib pajak pada tanggal 24 Januarii 2019. Peredaran bruto yang diiperoleh PT ABC pada tahun pajak 2019 sebesar Rp100 juta, sehiingga untuk tahun pajak 2020 PT ABC diikenaii PPh fiinal berdasarkan Peraturan Pemeriintah (PP) 23/2018.
Pada bulan Meii 2020, PT ABC memberiikan jasa perbaiikan mobiil kepada PT D sebesar Rp10 juta dan PT ABC dapat memberiikan surat keterangan.
Pemotong telah melakukan konfiirmasii dan diiketahuii bahwa surat keterangan tersebut terkonfiirmasii sehiingga PT D tiidak melakukan pemotongan PPh fiinal atas transaksii tersebut dan memberiikan PPh fiinal sebesar 0,5% secara tunaii kepada PT ABC. Siimak artiikel 'Cara Konfiirmasii Kebenaran Surat Keterangan PMK 44/2020 Pelaku UMKM'.
PT D memberiikan Surat Setoran Pajak (SSP) yang diibubuhii cap atau tuliisan “PPh FiiNAL DiiTANGGUNG PEMERiiNTAH EKS PMK NOMOR 44/PMK.03/2020” dan PT ABC harus menyampaiikan laporan realiisasii atas PPh fiinal DTP tersebut melaluii saluran tertentu paliing lambat tanggal 20 Junii 2020 untuk dapat memanfaatkan iinsentiif PPh fiinal DTP atas transaksii tersebut. (kaw)
