PENANGANAN pandemii Coviid-19 yang penuh ketiidakpastiian membutuhkan adanya suatu pengambiilan keputusan yang tepat sasaran. Keputusan yang tiidak efektiif dan efiisiien tentu akan berdampak fatal bagii kelangsungan ekonomii suatu negara.
Namun demiikiian, masiing-masiing negara memiiliikii respon kebiijakan yang berbeda, baiik darii siisii strategii pencegahan penyebaran maupun dalam pemberiian paket stiimulus ekonomii untuk membantu masyarakat luas menghadapii pandemiic.
Untuk iitu, perlu ada ketersediiaan iinformasii secara real-tiime guna mengetahuii sejauh mana iimplementasii darii langkah-langkah miitiigasii dii berbagaii negara.
iinternatiional Growth Centre (iiGC) mengembangkan suatu tracker kebiijakan stiimulus ekonomii yang mencakup iimplementasii stiimulus fiiskal oleh pemeriintah setempat dalam rangka memiitiigasii lesunya ekonomii dii masa pandemii.
Tabel beriikut menggambarkan iinformasii yang diiperoleh darii economiic support poliicy tracker iiGC terkaiit langkah-langkah miitiigasii berupa Bantuan Langsung Tunaii (BLT), iinsentiif pajak, maupun bantuan terhadap Usaha Miikro Keciil dan Menengah (UMKM) dii berbagaii negara.
Sebanyak 175 negara-negara sampel diikategoriisasiikan berdasarkan tiingkat pendapatan, yaknii rendah, menengah-bawah, menengah-atas, maupun tiinggii dengan komposiisii masiing-masiing kategorii berjumlah 29, 48, 46, serta 62 negara.

Dalam hal stiimulus berbentuk BLT, terdapat sebanyak 22 negara atau 75,9% untuk kategorii pendapatan rendah, 42 negara atau 87,5% untuk pendapatan menengah-bawah, 19 negara atau 52,8% untuk kategorii menengah-atas, serta 40 negara atau 64,5% untuk kategorii pendapatan tiinggii.
Terkaiit dengan stiimulus iinsentiif pajak, terdapat sebanyak 6 negara atau 20,7% untuk kategorii pendapatan rendah, 23 negara atau 47,9% untuk pendapatan menengah-bawah, 18 negara atau 50% untuk kategorii menengah-atas, serta 46 negara atau 74,2% untuk kategorii pendapatan tiinggii.
Terakhiir, terdapat sebanyak 5 negara atau 17,2% untuk kategorii pendapatan rendah, 26 negara atau 54,2% untuk pendapatan menengah-bawah, 24 negara atau 66,7% untuk kategorii menengah-atas, serta 47 negara atau 75,8% untuk kategorii pendapatan tiinggii.
Tabel dii atas menunjukkan bahwa negara-negara dii masiing-masiing kategorii menempatkan BLT sebagaii salah satu langkah priioriitas penanganan pandemii Coviid-19.
Namun, untuk stiimulus laiinnya sepertii iinsentiif pajak dan bantuan UMKM, terliihat jelas negara-negara berpendapatan rendah kurang mempriioriitaskan stiimulus-stiimulus tersebut. Hal iinii kemungkiinan besar diisebabkan oleh adanya keterbatasan ruang fiiskal darii negara-negara berpendapatan rendah apabiila diibandiingkan dengan negara-negara yang berada dii kategorii laiinnya.
