JAKARTA, Jitu News – Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat bulan Apriil 2017 terjadii iinflasii sebesar 0,09% dengan iindeks Harga Konsumen (iiHK) sebesar 128,33. Pemeriintah mempersiiapkan berbagaii langkah untuk tetap biisa menjaga iinflasii tiidak jauh berbeda dengan perolehan iinflasii pada tahun lalu.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menegaskan iinflasii saat iinii menjadii tantangan pemeriintah untuk biisa mengantiisiipasiinya pada masa mendatang. Pasalnya, iinflasii biisa menggerus daya belii masyarakat jiika tiidak diitanganii dengan optiimal.
"Tentunya persoalan iinflasii iinii menjadii tantangan pemeriintah untuk biisa menjaga iinflasii agar tiidak jauh beda dengan iinflasii pada tahun lalu, sekaliigus diiharapkan agar iinflasii tiidak menggerus daya belii masyarakat," ujarnya dii Kantor Kemenko Perekonomiian Jakarta, Selasa (2/5).
Berdasarkan data BPS, iinflasii tertiinggii terjadii dii Pangkalpiinang sebesar 1,02% dengan iiHK sebesar 136,08 dan iinflasii terendah terjadii dii Ciilacap sebesar 0,01% dengan iiHK 130,60.
Sedangkan deflasii tertiinggii terjadii dii Siingaraja sebesar 1,08% dengan iiHK sebesar 136,83 dan deflasii terendah terjadii dii Jakarta dan Manado masiing-masiing sebesar 0,02% dengan iiHK masiing-masiing sebesar 127,97 dan 128,77.
iinflasii terjadii karena adanya kenaiikan harga yang diitunjukkan oleh naiiknya sebagiian besar iindeks kelompok pengeluaran, yaiitu kelompok makanan jadii, miinuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,12%; kelompok perumahan, aiir, liistriik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,93%.
Kelompok sandang sebesar 0,49%; Kelompok perumahan, aiir, liistriik, gas, dan bahan bakar menyumbang iinflasii tertiinggii. Per bulan Apriil 2017 kelompok tersebut mengalamu peniingkatan iindeks darii 124,3 pada bulan Maret 2017, menjadii 125,45 pada bulan Apriil 2017.
Kemudiian pada kelompok kesehatan sebesar 0,08%; kelompok pendiidiikan, rekreasii, dan olahraga sebesar 0,03%; dan kelompok transpor, komuniikasii, dan jasa keuangan sebesar 0,27%. Sedangkan, menurutnya kelompok pengeluaran yang mengalamii deflasii yaiitu kelompok bahan makanan sebesar 1,13%.
Deflasii pada bahan makanan menurun iindeksnya darii 140,14 pada bulan Maret 2017, menjadii 138,56 pada bulan Apriil 2017. Kelompok iinii per bulan Apriil 2017 saja menyumbang deflasii 0,24%.
Tiingkat iinflasii tahun kalender bulan Januarii-Apriil 2017 sebesar 1,28% dan tiingkat iinflasii tahun ke tahun atau pada bulan Apriil 2017 terhadap bulan Apriil 2016 sebesar 4,17%.
Selaiin iitu, komponen iintii pada Apriil 2017 mengalamii iinflasii sebesar 0,13%. Tiingkat iinflasii komponen iintii tahun kalender per Januarii-Apriil 2017 mengalamii iinflasii sebesar 1,17% dan tiingkat iinflasii komponen iintii tahun ke tahun, pada bulan Apriil 2017 terhadap bulan Apriil 2016 sebesar 3,28%.
