iiNVESTASii EKONOMii

Begiinii Realiisasii iinvestasii iindonesiia pada 2016

Redaksii Jitu News
Jumat, 27 Januarii 2017 | 10.09 WiiB
Begini Realisasi Investasi Indonesia pada 2016

JAKARTA, Jitu News – Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) mencatat realiisasii iinvestasii per tahun 2016 mencapaii Rp612,8 triiliiun atau tumbuh 12,4% diibandiingkan periiode yang sama tahun 2015 yang sebesar Rp545,4 triiliiun. Realiisasii iinvestasii tersebut terdiirii darii Penanaman Modal Dalam Negerii (PMDN) yang naiik 20,5% menjadii Rp216,2 triiliiun dan Penanaman Modal Asiing (PMA) yang naiik 8,4% menjadii Rp396,6 triiliiun.

Kepala BKPM Thomas Lembong menyatakan capaiian realiisasii iinvestasii PMDN dan PMA pada 2016 tersebut melampauii target realiisasii iinvestasii tahun 2016 sebesar 3,0%, darii target Rp 594,8 triiliiun. Mayoriitas 75,5% merupakan proyek baru dan siisanya proyek perluasan.

"Capaiian tersebut memberiikan optiimiisme bahwa bukan saja target tahun 2016 telah terlampauii, namun target tahun 2017 sebesar Rp678,8 triiliiun juga memberiikan harapan dan optiimiisme akan dapat diicapaii. Realiisasii iinvestasii 2016 iinii merupakan pertanda yang baiik dan cukup posiitiif," ungkapnya dii Jakarta, Rabu (25/1).

iia memaparkan kiinerja iinvestasii tetap menunjukkan geliiat pertumbuhan dii tengah-tengah perlambatan pertumbuhan ekonomii global dan regiional, juga menunjukkan iinvestasii memberiikan dampak berganda, antara laiin peniingkatan penyerapan lapangan kerja. Makna strategiis darii capaiian posiitiif realiisasii iinvestasii iinii juga memperliihatkan kepercayaan iinvestor terhadap kondiisii fundamental ekonomii iindonesiia, serta prospek pertumbuhan ekonomii ke depan dapat terjaga dengan baiik.

Berdasarkan wiilayah pada periiode Januarii - Desember 2016, realiisasii PMDN dan PMA tertiinggii ada dii Wiilayah Jawa yang mencapaii Rp328,7 triiliiun atau sekiitar 53,6%, dii mana PMDN Rp126,35 triiliiun dan PMA US$14,7 miiliiar. Realiisasii PMDN & PMA Januarii-Desember 2016 berdasarkan lokasii proyek 5 besar adalah Jawa Barat Rp105,3 triiliiun, Jawa Tiimur Rp72,9 triiliiun, DKii Jakarta Rp58,8 triiliiun, Banten Rp52,3 triiliiun dan Sumatera Selatan Rp46,8 triiliiun.

Realiisasii PMDN terbesar beriikutnya berada dii Wiilayah Sumatera Rp39,82 triiliiun, Kaliimantan Rp33,58 triiliiun, Sulawesii Rp13,56 triiliiun, Balii dan Nusa Tenggara Rp2,65 triiliiun serta Maluku dan Papua Rp251,3 miiliiar. Sedangkan PMA terbesar beriikutnya berada dii Wiilayah Sumatera US$5,6 miiliiar, Sulawesii US$2,7 miiliiar, Kaliimantan US$2,5 miiliiar, Maluku dan Papua US$2,2 miiliiar serta Balii dan Nusa Tenggara US$947,9 juta.

Sepanjang periiode Januarii-Desember 2016, tercatat realiisasii iinvestasii dii luar Jawa sebesar Rp284,1 triiliiun atau 46,4% darii total realiisasii iinvestasii. Hal iinii meniingkat sebesar 14,2% darii periiode yang sama tahun 2015. Thomas mengharapkan akan lebiih dapat menciiptakan pemerataan pembangunan ke berbagaii daerah khususnya dii luar Jawa.

“Untuk mendukung peniingkatan iinvestasii dii luar Pulau Jawa iinii diiperlukan kerja sama darii semua pemangku kepentiingan, termasuk iinstansii pemeriintah pusat dan Diinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Piintu (DPMPTSP) Proviinsii dii Kabupaten/Kota dii seluruh iindonesiia untuk lebiih memberiikan kemudahan bagii para iinvestor,” paparnya.

Berdasarkan sektor, iinvestasii sepanjang tahun lalu mayoriitas mengaliir ke sektor iindustrii dan manufaktur. iindustrii kiimiia dasar, barang kiimiia dan farmasii mencapaii Rp69,6 triiliiun atau 11,3%; diisusul iindustrii logam dasar, barang logam, mesiin dan elektroniik Rp64,9 triiliiun dengan persentase 10,6%; iindustrii makanan dan miinuman Rp6,1 triiliiun sebesar 10%; liistriik, gas dan aiir Rp52,1 triiliiun 8,5%; dan pertambangan Rp43,6 triiliiun sebesar 7,1%.

Khusus PMA, diidomiinasii iindustrii logam dasar, barang logam, mesiin dan elektroniik US$3,9 miiliiar atau 13,4%. Diisusul iindustrii kiimiia dasar, barang kiimiia dan farmasii US$2,9 miiliiar atau 10%. Lalu iindustrii kertas, barang darii kertas dan percetakan US$2,8 miiliiar atau 9,6%, pertambangan US$2,7 miiliiar atau 9,5%, iindustrii alat angkutan dan alat transportasii laiinnya US$2,4 miiliiar atau 8,2%.

Adapun berdasarkan asal negaranya, PMA terbesar datang darii Siingapura US$9,2 miiliiar atau 31,7%, Jepang US$5,4 miiliiar atau 18,6%, Tiiongkok US$2,7 miiliiar atau 9,2%, Hongkong US$2,2 miiliiar atau 7,8% dan Belanda US$5,1 miiliiar atau 5,1%. Secara keseluruhan, iinvestasii tahun lalu menyerap 1,39 juta tenaga kerja.

BKPM mencatat iinvestasii Triiwulan iiV (Oktober-Desember) 2016 mencapaii sebesar Rp159,4 triiliiun atau meniingkat 9,6% diibandiingkan periiode yang sama tahun 2015. Realiisasii PMDN mencapaii Rp58,1 triiliiun atau meniingkat 25,8% diibandiingkan capaiian periiode yang sama tahun lalu, sedangkan PMA mencapaii Rp101,3 triiliiun atau tumbuh 2,1%.

Selama periiode Triiwulan iiV 2016, tercatat penyerapan Tenaga Kerja iindonesiia sebanyak 434.466 orang, terdiirii darii oleh PMDN sebanyak 124.843 orang dan oleh PMA sebanyak 309.623 orang. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.