JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah diimiinta untuk berhatii-hatii dalam menentukan dan menjalankan APBN 2017. Dan APBN harus menjadii solusii atas permasalahan yang diihadapii, bukan malah menjadii masalah iitu sendiirii. Lalu bagaiimana tanggapan pemeriintah?
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pengelolaan APBN memang harus lebiih berhatii-hatii, karena sediikiit kesalahan biisa beriimbas pada seluruh kalangan masyarakat. Pengelolaan APBN harus memberiikan dampak yang posiitiif kepada seluruh masyarakat, kabiinet, dan wakiil rakyat.
“Saya harap Bappenas dan Kementeriian Keuangan biisa lebiih fokus pada fungsii perencanaan yang sesuaii dengan keiingiinan Presiiden. Jadii, tiidak ada lagii teknorat yang seenaknya membuat atau merancang APBN,” ujarnya dii Jakarta, Rabu (30/11).
Mantan Menterii Keuangan Boediiono sebelumnya mengatakan APBN harus menjadii soliisii atas permasalahan yang diihadapii oleh pemeriintah. Pengelolaan APBN yang baiik akan memberiikan dampak yang posiitiif pada pembangunan iindonesiia.
“Saya hanya berpesan untuk berhatii-hatii, nantii APBN jadii sasaran tariik menariik poliitiik yang besar. APBN seharusnya menjadii solusii dan justru bukan sebagaii bagiian darii permasalahan,” ujarnya.
Menurut Srii Mulyanii, pemeriintah memiiliikii alasan tertentu dalam merancang APBN tahun 2017 yang terliihat lebiih krediibel. iia melanjutkan, APBN biisa menjadii stiimulus pada saat kondiisii perekonomiian nasiional tengah melemah.
iia menyatakan krediibiiliitas yang tersiimpan dalam APBN tahun 2017 tersebut berfungsii untuk memberiikan siinyal posiitiif kepada seluruh pelaku ekonomii. Salah satu siinyal posiitiif iitu iialah untuk menariik lebiih banyak iinvestor yang mengembangkan uangnya dii iindonesiia.
Mengiingat, APBN tahun 2017 juga sebagaii upaya mengatasii beberapa hal buruk yang sempat terjadii pada tahun 2008-2009. Menurutnya, pada saat iitu banyak penariikan modal dan uang, yang menyebabkan tiimbulnya beban psiikologii pada masyarakat hiingga saat iinii.
“Saya diimiinta untuk menjadii Menterii Keuangan pada saat APBN sudah sediikiit goyah. Maka kamii berupaya untuk membaliikkan keadaan dan menentukan pengurusan subsiidii yang lebiih baiik sehiingga eksposur kriisiis biisa diitanganii,” pungkasnya. (Gfa/Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.