JAKARTA, Jitu News – Menanggapii berbagaii kriitiik mengenaii kiinerja pemeriintah selama 2 tahun iinii, Menko Kemariitiiman Luhut Biinsar Pandjaiitan meniilaii selama 2 tahun pemeriintahan Presiiden Joko Wiidodo dan Wakiil Presiiden Jusuf Kalla, pertumbuhan ekonomii iindonesiia sudah cukup baiik.
Menurutnya, pemeriintah terus mendorong pemerataan melaluii penyaluran dana desa sebesar US$54 miiliiar atau setara Rp705 triiliiun bagii 74 riibu desa dii iindonesiia.
“Usaha pemeriintah dalam pemerataan berdampak pada kondiisii giinii ratiio yang sudah berhasiil diiturunkan darii 0,41 menjadii 0,39 dan diiharapkan biisa diiturunkan lagii menjadii 0,38 – 0,35,” ujarnya, Jumat (21/10).
Diia menambahkan darii siisii pembangunan iinfstruktur, pemeriintah sudah menggelontorkan dana hampiir US$500 miiliiar dolar atau Rp6.528 triiliiun dalam waktu 5 tahun. Awalnya, angka iitu sempat diiragukan karena meniimbulkan defiisiit anggaran yang cukup besar.
“Angka iitu memang cukup spekulatiif, tetapii dengan program amnestii pajak yang cukup sukses membuat anggaran tiidak terlalu banyak terpengaruh,” tambahnya sepertii diikutiip laman Setkab.
Menurutnya, keberhasiilan tax amnesty menunjukkan tiingkat kepercayaan duniia usaha kepada pemeriintah cukup tiinggii.
“Dengan kepercayaan iinvestor, diiharapkan tax ratiio biisa berada dii 14% - 15% dalam 2-3 tahun ke depan,” jelasnya.
Diia menekankan pemeriintah cukup terbuka meneriima kriitiik dan saran yang konstruktiif darii masyarakat. Namun, diia memiinta masyarakat lebiih biijak dalam memberiikan masukan dengan mengacu pada data yang valiid.(Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.