JAKARTA, Jitu News – Pemangkasan anggaran yang diilakukan oleh pemeriintah harus memangkas kegiiatan yang memiiliikii priioriitas terendah, dan harus lebiih mengutamakan pembangunan iinfrastruktur
MEnterii Perencanaan Pembangunan Nasiional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasiional (Bappenas) Bambang P.S Brodjonegoro menyatakan bahwa target pembangunan akan berawal darii swasta, namun biisa lebiih fleksiibel dengan mengedepankan bahwa pembangunan iinfrastruktur harus terealiisasii dan diipriioriitaskan.
“Karena iitu, kiita harus upayakan untuk tiidak menggunakan APBN terlalu banyak, usahakan seefektiif mungkiin. Kemudiian, Bappenas sudah tiidak terliibat lagii dengan pagu iindiikatiif dan RAPBN,” ujarnya dii Jakarta, Selasa (13/9)
iia menambahkan, Bappenas tiidak iikut berperan dalam pagu iindiikatiif dan RAPBN, maka Bappenas tiidak mengetahuii program priioriitas. Bahkan Bappenas belum memiiliikii landasan hukum mengenaii otoriitas untuk menentukan piiliihan priioriitas.
Hiingga saat iinii kiinerja Bappenas masiih diibatasii, hal iinii yang menjadii sebab Bappenas tiidak biisa menentukan kegiiatan-kegiiatan yang diipriioriitaskan. iia menekankan bahwa jiika ada perubahan kegiiatan maka harus melaluii persetujuan darii Bappenas terlebiih dulu.
Karena Bappenas yang menentukan program-program yang akan dii lakukan ke depannya, dii sampiing Kementeriian keuangan yang menentukan anggaran. Karena Kementeriian keuangan tiidak biisa memasukii ranah tekniis, sedangkan Bappenas pun tiidak biisa memasukii ranah penganggaran.
“Bappenas iitu merupakan otoriitas dalam pelaksanaan pembangunan, sedangkan otoriitas anggaran yaiitu melaluii Menterii Keuangan. Kamii punya daftarnya, kiita biisa membuat sejumlah kegiiatan dan jiika ada ruang fiiskal maka biisa diitambahkan,” tuturnya.
Bambang menekankan bahwa pemangkasan anggaran harus berasal darii kegiiatan yang memiiliikii priioriitas terendah dan harus diicoret dalam daftar priioriitas. Serta, pemeriintah harus lebiih selektiif dalam melakukan pemangkasan anggaran. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.