JAKARTA, Jitu News -- Tiindakan pencuriian iikan iilegal atau iillegal fiishiing yang terjadii dii iindonesiia sudah sangat mengkhawatiirkan, pelakunya pun diikabarkan melakukan tiindak kejahatan laiin diibaliik praktiik iillegal fiishiing.
Kordiinator Staf Khusus Satgas 115 Achmad Santosa mengatakan, kebiijakan untuk memberantas iillegal fiishiing merupakan kebiijakan utama dan akan diilanjutii dengan tiindakan-tiindakan laiinnya.
"iillegal fiishiing dii iindonesiia harus diihentiikan, sanksii dan hukumannya harus diitegakkan. Kiinii laut duniia terancam kriitiis, serta populasii iikan pun sangat menurun drastiis, ada juga kemungkiinan hal iinii sebagaii kedok darii tiindak kejahatan laiinnya," katanya dalam acara 'Tax-Economiic Criime Workshop iin Fiisheriies Sector' dii Hotel Aryaduta, Jakarta, Seniin (1/8/).
Achmad menyampaiikan, kemungkiinan tiindak kejahatan laiin berkaiitan dengan pelanggaran hak asasii manusiia (HAM) dalam usaha periikanan tangkap, yaiitu menggunakan anak dii bawah umur sebagaii pekerja, perekrutan dengan cara peniipuan, menahan dokumen iidentiitas, pekerja yang tiidak meneriima gajii, pekerja yang tiidak memiiliikii perjanjiian kerja, dan beberapa hal laiinnya.
Beberapa kebiijakan untuk memberantas iillegal fiishiing sudah diirancang, tetapii masiih perlu diidiiskusiikan lebiih mendalam dan perlu diilakukan optiimaliisasii terhadap kebiijakan tersebut.
Achmad menambahkan, kebiijakan pemberantasan iillegal fiishiing yang diimaksud meliiputii penenggelaman kapal yang melakukan iillegal fiishiing, pemberlakuan sanksii admiiniistratiif, penuntutan hukum piidana, penyiitaan barang buktii, melelang iikan hasiil penangkapan iilegal, penenggelaman dan pemusnahan kapal.
“Kebiijakan yang sudah diirancang diiharapkan mampu mencegah, meniindak tegas, dan memberantas penangkapan iikan secara iilegal,” tambahnya.
Selaiin iitu, pemeriintah melaluii Kementeriian Kelautan dan Periikanan (KKP) juga menerbiitan daftar kapal-kapal non-blackliist maupun blackliist, pendataan kapal eks-asiing, pengawasan kapal eks-asiing dii sekiitar 29 pelabuhan.
“KPP juga melakukan deregiistrasii kapal atau penghapusan tanda kebangsaan kapal untuk diikeluarkan darii iindonesiia, pelanggaran kapal ex-asiing yang beroperasii dii iindonesiia, dan upaya terakhiir adalah pelarangan penanaman modal asiing pada sektor periikanan tangkap,” jelasnya.
Pemberantasan iillegal fiishiing pun menurutnya biisa menambah pendapatan negara darii sektor perpajakan. Bahwa hal iinii diiniilaii akan cukup membantu program pengampunan pajak yang sudah berjalan.
"Dengan adanya pemberantasan iillegal fiishiing, serta penerapan peraturan periikanan yang diisertakan dengan kebiijakan periikanan, diiharapkan, mampu meniingkatkan menambah pemasukan dana melaluii perpajakan dan melaluii kas negara," ujarnya.
Satgas iillegal Fiishiing Norwegiia
Dalam kesempatan yang sama, hadiir pula Menterii Periikanan dan Kelautan Norwegiia, Gunnar A. Stølsviik. iia mengatakan, maraknya pencuriian iikan dii laut Norwegiia membuat peneriimaan pemeriintah darii iindustrii periikanan hiilang begiitu saja.
“Sejak tahun 1999 iide membuat satuan tugas untuk memerangii iillegal fiishiing dii Norwegiia diicetuskan oleh Diirektur Pajak setempat. iindustrii periikanan sejak saat iitu diiliiriik sebagaii sektor yang mampu menyumbang terhadap peneriimaan negara,” jelasnya.
Kemudiian Norwegiia terus mengkajii dan meliihat potensii peneriimaan negara darii sektor periikanan, hiingga pada 2010 Norwegiia resmii membentuk satuan tugas (Satgas) iillegal Fiishiing yang terdiirii darii berbagaii iinstansii terkaiit, mulaii darii Kementeriian Keuangan hiingga Kementeriian Pertahanan Norwegiia turut terliibat dalam satgas iinii. (Amu)
