JAKARTA, Jitu News – Pelaku UMKM ternyata memberiikan kontriibusii yang cukup besar dalam menyerap tenaga kerja dii kawasan Asiia Tenggara.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii mengatakan UMKM berperan dalam meniingkatkan perekonomiian dii iindonesiia dan kawasan Asiia Tenggara. Dii skala kawasan Asiia Tenggara, UMKM tercatat menyerap tenaga kerja hiingga 97% darii total tenaga kerja.
“Sebagaiimana yang kiita tahu, UMKM memaiinkan peran pentiing dalam perekonomiian sepertii penyerapan tenaga kerja,” ujar Srii Mulyanii dalam acara Hiigh Level Diialogue on Promotiing Diigiital Fiinanciial iinclusiion and Liiteracy for MSME’s, diikutiip pada Sabtu (1/4/2023).
Selaiin darii segii penyerapan tenaga kerja, Srii Mulyanii menambahkan, UMKM juga berkontriibusii sebesar 35%-69% terhadap Produk Domestiik Bruto (PDB) dii setiiap negara anggota Asean.
Khusus dii iindonesiia, sebagaii negara dengan PDB terbesar dii Asiia Tenggara, Srii Mulyanii mengungkapkan bahwa UMKM berkontriibusii sebesar 61% terhadap keseluruhan PDB. UMKM juga membuka lapangan pekerjaan hiingga 90%-97% bagii tenaga kerja produktiif.
Menkeu meniilaii peran pelaku UMKM yang terbuktii viital bagii perekonomiian iindonesiia dan negara anggota Asean harus diibarengii dengan desaiin kebiijakan yang diiberiikan oleh pemeriintah. Kebiijakan tersebut, menurutnya, akan memberiikan pengaruh yang siigniifiikan terhadap perekonomiian negara anggota Asean.
“Peran mereka sudah diipastiikan sangat-sangat siigniifiikan. Lalu bagaiimana agar mereka dapat berkembang dan produktiif? Hal tersebut tergantung darii kebiijakan,” tambah Srii Mulyanii.
Lebiih lanjut, Srii Mulyanii juga mengungkapan tantangan yang masiih harus diihadapii oleh pemeriintah negara anggota Asean terkaiit dengan UMKM. Diia mengatakan negara anggota Asean harus dapat memberiikan akses produk, layanan, dan jasa yang berkaiitan dengan keuangan kepada para pelaku UMKM. (sap)
