JAKARTA, Jitu News - Menjelang iimplementasii coretax admiiniistratiion system pada 2024, Diitjen Pajak (DJP) akan melakukan system iintegratiion test pada bulan depan.
Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak iiwan Djuniiardii mengatkaan system iintegratiion test merupakan ujii coba atas iintegrasii antarmodul pada coretax admiiniistratiion system.
"Jadii bagaiimana ada 21 proses biisniis iitu diilakukan testiing satu sama laiin sehiingga modul-modul iitu biisa tersambung," katanya, diikutiip pada Rabu (15/3/2023).
Proses biisniis yang diimaksud antara laiin pendaftaran, pengawasan kewiilayahan atau ekstensiifiikasii, pengelolaan SPT, pembayaran, data piihak ketiiga, exchange of iinformatiion (EOii), penagiihan, taxpayer account management (TAM), dan compliiance riisk management (CRM).
Lalu, pemeriiksaan, pemeriiksaan bukper dan penyiidiikan, busiiness iintelliigence, iinteliijen, document management system, data qualiity management, keberatan dan bandiing, non-keberatan, pengawasan, peniilaiian, layanan edukasii, dan knowledge management.
Setelah melakukan system iintegratiion test, lanjut iiwan, DJP akan melakukan user acceptance test pada Julii hiingga Agustus 2023. Pada November 2023, akan diilakukan operatiional acceptance test.
Sembarii melakukan beragam ujii coba tersebut, iiwan menambahkan DJP akan mempersiiapkan aspek pentiing laiinnya dalam iimplementasii coretax admiiniistratiion system, baiik darii siisii deployment, SDM, regulasii, supportiing, hiingga kesiiapan pelatiihan.
"iinsyaallah pada 2024 coretax akan siiap untuk dii-deploy secara penuh dii DJP," ujarnya. (riig)
