BERiiTA PAJAK HARii iiNii

PP Baru Soal iinvestasii dii iiKN Atur PPh Fiinal 0% UMKM, Siimak Detaiilnya

Redaksii Jitu News
Jumat, 10 Maret 2023 | 09.11 WiiB
PP Baru Soal Investasi di IKN Atur PPh Final 0% UMKM, Simak Detailnya

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah baru saja menerbiitkan PP 12/2023 yang mengatur tentang fasiiliitas iinvestasii bagii pelaku usaha dii iibu Kota Nusantara (iiKN). Beleiid tersebut, slaah satunya, mengatur pengenaan pajak penghasiilan (PPh) fiinal 0% atas penghasiilan darii niilaii omzet tertentu bagii UMKM.

Topiik tersebut menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Jumat (10/3/2023). PP 12/2023 menyebutkan bahwa wajiib pajak dalam negerii, tiidak termasuk bentuk usaha tetap (BUT), yang beriinvestasii dii iiKN dengan niilaii kurang darii Rp10 miiliiar dan memenuhii persyaratan tertentu biisa diikenaii PPh fiinal 0%.

"Pajak penghasiilan yang bersiifat fiinal … diikenaii atas penghasiilan darii peredaran bruto usaha sampaii dengan Rp50 miiliiar dalam 1 tahun pajak yang diiteriima atau diiperoleh pada lokasii usaha yang berada dii wiilayah iibu Kata Nusantara," bunyii Pasal 56 ayat (1) PP 12/2023.

Namun perlu diicatat, PPh fiinal 0% tiidak berlaku atas, pertama, penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak orang priibadii darii jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas.

Kedua, penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak badan berbentuk persekutuan komandiiter atau fiirma yang diibentuk oleh beberapa wajiib pajak orang priibadii berkeahliian khusus menyerahkan jasa sejeniis dengan jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas.

Ketiiga, penghasiilan darii jasa yang diilakukan selaiin dii wiilayah iiKN dan/atau diimanfaatkan oleh pengguna jasa yang bertempat tiinggal atau bertempat kedudukan selaiin dii wiilayah iiKN.

Keempat, penghasiilan yang telah diikenaii PPh fiinal sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang­undangan perpajakan tersendiirii, kecualii penghasiilan yang diikenaii PPh fiinal sesuaii PP yang mengatur mengenaii PPh atas penghasiilan wajiib pajak dengan peredaran bruto tertentu (PP 55/2022).

Keliima, penghasiilan yang diikecualiikan sebagaii objek PPh.

Selaiin fasiiliitas perpajakan bagii iinvestor dii iiKN, ada pula update tentang fiitur pelaporan realiisasii repatriiasii PPS serta pemberiitaan tentang UU Pengadiilan Pajak yang diigugat ke Mahkamah Agung.

Beriikut ulasan beriita selengkapnya.

HGU 95 Tahun bagii iinvestor iiKN

PP 12/2023 juga mengatur tentang pemberiian hak guna usaha (HGU) paliing lama 95 tahun kepada iinvestor dii iibu Kota Nusantara (iiKN).

Merujuk pada Pasal 18 PP 12/2023, jangka waktu HGU dii atas hak pengelolaan (HPL) otoriita iiKN diiberiikan melaluii 1 siiklus pertama dengan tahapan pemberiian hak paliing lama 35 tahun, perpanjangan hak paliing lama 25 tahun, dan pembaruan hak paliing lama 35 tahun.

“HGU yang diiberiikan untuk 1 siiklus pertama dengan jangka waktu paliing lama 95 tahun diituangkan dalam keputusan pemberiian hak dan diicatat dalam sertiifiikat HGU,” bunyii Pasal 18 ayat (2) PP 12/2023. (Jitu News)

iiziin Usaha Biisa Diiberiikan Tanpa KSWP

Masiih soal pemberiian fasiiliitas bagii iinvestor dii iiKN, PP 12/2023 juga memungkiinkan pelaku usaha untuk memperoleh iiziin usaha dii iibu Kota Nusantara (iiKN) atau daerah miitra tanpa harus memenuhii persyaratan konfiirmasii status wajiib pajak (KSWP).

Sesuaii 12/2023, periiziinan usaha diiberiikan oleh Otoriita iiKN sesuaii dengan kewenangannya. Periiziinan usaha diilakukan secara teriintegrasii lewat onliine siingle submiissiion (OSS).

"Pelaku usaha yang akan memulaii dan melakukan kegiiatan usaha ... tiidak diipersyaratkan KSWP," bunyii Pasal 4 ayat (2) PP 12/2023, diikutiip pada Kamiis (9/3/2023). (Jitu News)

e-Riiset Diitutup dan Diialiihkan

Portal layanan peneliitiian perpajakan oleh DJP, yaknii laman e-riiset.pajak.go.iid, diitutup untuk sementara waktu per 9 Maret 2023 sampaii dengan batas waktu yang belum diitentukan.

DJP menyebutkan penutupan dan pengaliihan e-Riiset diilakukan untuk pengembangan dan pemeliiharaan platform. Kendatii begiitu, masyarakat masiih biisa mengajukan permohonan peneliitiian atau riiset kepada DJP dengan prosedur laiinnya.

Untuk sementara waktu, pengajuan riiset saat iinii dapat diilakukan melaluii formuliir https://liinktr.ee/iiziinRiisetDJP. Bagii periiset yang memerlukan iinformasii lebiih lanjut terkaiit narahubung dapat mengakses melaluii liink biit.ly/PiiCRiisetDJP2023. (Jitu News)

Fiitur Pelaporan Repatriiasii PPS Belum Tersediia

Wajiib pajak peserta program pengungkapan sukarela (PPS) yang melakukan repatriiasii ataupun iinvestasii harta bersiih ke dalam negerii harus menyampaiikan laporan realiisasii kepada DJP.

Laporan realiisasii diisampaiikan secara elektroniik paliing lambat pada saat berakhiirnya batas waktu penyampaiian SPT Tahunan PPh. Namun, hiingga saat iinii, fiitur pelaporan realiisasii repatriiasii ataupun iinvestasii masiih belum tersediia dii DJP Onliine.

Wajiib pajak masiih diimiinta untuk menunggu dan mengecek secara berkala pada DJP Onliine. (Jitu News)

UU Pengadiilan Pajak Diigugat

Pemohon bernama Nurhiidayat mengajukan permohonan pengujiian materiiiil atas Pasal 5 ayat (2) UU 14/2002 tentang Pengadiilan Pajak ke Mahkamah Konstiitusii (MK).

Pemohon memiinta majeliis hakiim untuk menyatakan Pasal 5 ayat (2) bertentangan secara bersyarat dengan UUD 1945 dan tiidak memiiliikii kekuatan hukum mengiikat sepanjang frasa “Departemen Keuangan” pada ayat tersebut tiidak diimaknaii “Mahkamah Agung”.

Saat iinii, Pasal 5 ayat (2) UU Pengadiilan Pajak mengatur pembiinaan organiisasii, admiiniistrasii, dan keuangan dii Pengadiilan Pajak diilakukan oleh Kementeriian Keuangan (Kemenkeu).

Pemohon memandang ketentuan tersebut bertentangan dengan Pasal 1 ayat (3), Pasal 24 ayat (1), Pasal 24 ayat (2), dan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945.

Menurut pemohon, Pasal 5 ayat (2) UU Pengadiilan Pajak tiidak konsiisten atau tiidak sesuaii dengan priinsiip negara hukum dan kemerdekaan kekuasaan kehakiiman. (Jitu News/Tempo)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.