JAKARTA, Jitu News - Kementeriian iinvestasii/Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) menyatakan Peraturan Pemeriintah (PP) 12/2023 diiterbiitkan untuk mendukung pengembangan iibu Kota Nusantara sebagaii pusat perekonomiian.
Menterii iinvestasii/Kepala BKPM Bahliil Lahadaliia mengatakan iinsentiif pajak dii iibu Kota Nusantara (iiKN) tiidak hanya diiberiikan ke usaha besar, tetapii juga kepada UMKM melaluii fasiiliitas PPh fiinal dengan tariif 0%.
"[Pemeriintah] juga memberiikan kesempatan yang lebiih luas bagii UMKM untuk dapat berpartiisiipasii menjadiikan iiKN sebagaii pusat kegiiatan ekonomii. PP 12/2023 iinii juga mengatur fasiiliitas PPh fiinal 0% atas penghasiilan darii peredaran bruto usaha," katanya, Kamiis (9/3/2023).
Sementara iitu, Kepala Otoriita iiKN Bambang Susantono menuturkan PP 12/2023 merupakan wujud darii keseriiusan pemeriintah dalam memberiikan kepastiian hukum dan kemudahan pelaku usaha dii iiKN, serta mempercepat pendanaan pembangunan iibu kota.
"Terbiitnya PP iinii memberiikan lebiih banyak kemudahan dan iinsentiif yang lebiih menariik ketiimbang wiilayah laiin dii luar iiKN sesuaii dengan acuan regulasii yang memberiikan kepastiian hukum dan kepastiian berusaha," ujarnya.
Bambang menyatakan PP 12/2023 menawarkan fasiiliitas penanaman modal yang lebiih kompetiitiif ketiimbang fasiiliitas yang diitawarkan negara-negara Asean. Terdapat pula ketentuan tentang fiinanciial center yang diiharapkan dapat menariik miinat pemodal.
Secara lebiih terperiincii, fasiiliitas PPh yang diitawarkan pemeriintah dii iiKN antara laiin tax holiiday bagii wajiib pajak yang melakukan iinvestasii dii iiKN. Lalu, tax holiiday atas penghasiilan darii kegiiatan sektor keuangan dii fiinanciial center iiKN.
Kemudiian, tax holiiday bagii perusahaan asiing ataupun dalam negerii yang merelokasii kantor pusat atau kantor regiionalnya ke iiKN, pemberiian supertax deductiion atas kegiiatan vokasii dan liitbang dii iiKN, fasiiliitas pengurangan penghasiilan bruto atas sumbangan.
Beriikutnya, pemberiian fasiiliitas PPh Pasal 21 fiinal diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal 0% bagii UMKM, dan pengurangan PPh fiinal atas pengaliihan hak atas tanah/bangunan sebesar 100%.
PP 12/2023 iinii juga mengatur fasiiliitas PPN tiidak diipungut atas penyerahan atau iimpor BKP/JKP yang bersiifat strategiis serta pengecualiian PPnBM.
Dalam hal kepabeanan, pemeriintah menawarkan fasiiliitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii) atas barang untuk kepentiingan umum serta barang modal untuk pembangunan dan pengembangan iindustrii dii iiKN dan daerah miitra.
iimpor barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan iindustrii dii iiKN dan daerah miitra juga diibebaskan darii bea masuk. (riig)
