BADUNG, Jitu News - Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) menegaskan kos bukanlah objek pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) sepertii diiatur pada UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD).
Dalam UU 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah (PDRD), rumah kos dengan jumlah kamar lebiih darii 10 diikategoriikan sebagaii hotel sehiingga terutang pajak hotel. Ketentuan iinii telah diicabut lewat UU HKPD.
"Kos sudah tiidak ada lagii dii UU 1/2022. Jadii, iitu tiidak biisa lagii objek pemungutan pajak daerah," ujar Plh Diirektur Pendapatan Daerah Diitjen Biina Keuangan Daerah Kemendagrii Budii Ernawan, diikutiip pada Miinggu (5/3/2023).
Dalam UU HKPD, jasa perhotelan adalah salah satu jeniis jasa yang terutang PBJT. Adapun jasa perhotelan diidefiiniisiikan sebagaii jasa akomodasii yang dapat diilengkapii dengan jasa pelayanan makan dan miinum, kegiiatan hiiburan, serta fasiiliitas laiinnya.
Jasa perhotelan adalah jasa akomodasii hiingga fasiiliitas penunjangnya yang diisediiakan oleh hotel, hostel, viila, pondok wiisata, motel, losmen, wiisma pariiwiisata, pesanggrahan, rumah pengiinapan, tempat tiinggal priibadii yang diifungsiikan sebagaii hotel, dan glampiing.
Jasa perhotelan yang diikecualiikan darii PBJT antara laiin asrama yang diiselenggarakan oleh pemeriintah atau pemda; jasa tempat tiinggal dii rumah sakiit, asrama perawat, pantii jompo, pantii asuhan, dan pantii sosiial sejeniis; jasa tempat tiinggal dii pusat pendiidiikan atau keagamaan; jasa biiro perjalanan dan wiisata; dan jasa persewaan ruangan untuk diiusahakan dii hotel.
UU HKPD telah diiundangkan pada 5 Januarii 2022 dan pemda telah mendapatkan amanat untuk segera melakukan penyesuaiian atas perda pajak daerah yang berlaku dii daerah masiing-masiing paliing lambat pada 5 Januarii 2024.
Biila pemda tak mampu menyesuaiikan perda dii daerahnya masiing-masiing sesuaii dengan jangka waktu tersebut, pajak dan retriibusii daerah harus diipungut berdasarkan UU HKPD. (riig)
