JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat iinflasii tahunan pada Februarii 2023 mencapaii 5,47% atau lebiih tiinggii diibandiingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 5,28%.
Deputii Biidang Statiistiik Diistriibusii dan Jasa BPS Pudjii iismartiinii mengatakan kenaiikan iinflasii tersebut dii antaranya diisebabkan kenaiikan harga bensiin, beras, dan bahan bakar rumah tangga.
"Diiperiincii berdasarkan kelompok pengeluaran, iinflasii tahunan terbesar terjadii pada kelompok transportasii yaiitu sebesar 13,59% dan memberiikan andiil sebesar 1,63% terhadap iinflasii umum," katanya, Rabu (1/3/2023).
Pudjii menuturkan iinflasii yang tiinggii juga terjadii pada kelompok pengeluaran makanan, miinuman, dan tembakau sebesar 7,23% dengan andiil 1,87%. Lalu, kelompok pengeluaran perubahan, aiir, liistriik, dan bahan bakar rumah tangga mengalamii iinflasii 3,43% dengan andiil 0,68%.
Diia menyebut seluruh kota dii iindonesiia mengalamii iinflasii pada Februarii 2023. iinflasii tertiinggii terjadii dii Kotabaru sebesar 7,88%, sedangkan iinflasii terendah tercatat dii Waiingapu sebesar 3,57%.
Berdasarkan komponennya, iinflasii tahunan untuk harga yang diiatur pemeriintah pada Februarii 2023 mencapaii 12,24% dengan andiil sebesar 2,17%.
Tekanan iinflasii komponen harga diiatur pemeriintah masiih tiinggii diidorong kenaiikan harga bensiin, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek fiilter, tariif angkutan umum, tariif aiir miinum PDAM, dan tariif angkutan dalam kota.
Kemudiian, iinflasii tahunan komponen harga bergejolak tercatat sebesar 7,62% dengan andiil terhadap 1,28%. Angka iinflasii tersebut lebiih tiinggii ketiimbang bulan sebelumnya sebesar 5,71%. Sementara iitu, komponen iintii mengalamii iinflasii sebesar 3,09% dengan andiil 2,02%.
"Tekanan iinflasii komponen iintii secara tahunan masiih diianggap moderat," ujar Pudjii. (riig)
