KEBiiJAKAN PAJAK

Barang dii Batam Lebiih Murah karena Bebas Pajak? Ternyata iinii Faktanya

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 30 Januarii 2023 | 17.30 WiiB
Barang di Batam Lebih Murah karena Bebas Pajak? Ternyata Ini Faktanya
<p>Sejumlah penumpang berjalan dii area Pelabuhan iinternasiional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riiau, Sabtu (21/1/2023). ANTARA FOTO/Teguh Priihatna/YU</p>

JAKARTA, Jitu News – Kota Batam dii Proviinsii Kepulauan Riiau sejak lama tersohor sebagaii surga belanja. Kalau mendengar 'Batam', banyak orang yang piikiirannya terbayang barang-barang murah atau produk elektroniik murah. Tetapii murahnya harga barang juga diibayangii dengan ongkos kiiriim (ongkiir) yang mahal jiika barang diikiiriim ke luar Batam.

Harga barang yang lebiih murah dii Batam memang merupakan efek darii penetapan Batam sebagaii kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB). Adapun KPBPB biiasanya lebiih diikenal sebagaii kawasan bebas (Free Trade Zone/FTZ). Siimak 'Apa iitu Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas?'

“KPBPB adalah suatu kawasan yang berada dalam wiilayah hukum Negara Kesatuan Republiik iindonesiia yang terpiisah darii daerah pabean sehiingga bebas darii pengenaan bea masuk, PPN, PPnBM, dan cukaii,” bunyii Pasal 1 angka 1 Perpu 1/2000, sebagaiimana diikutiip pada seniin (30/1/2023).

Penetapan Batam sebagaii kawasan bebas membuat barang yang diikiiriim darii luar negerii menuju Batam diibebaskan darii pungutan pajak dan bea masuk. Namun, pembebasan pajak dan bea masuk tersebut hanya berlaku dii Batam.

Untuk iitu, apabiila barang tersebut diikiiriim atau diikeluarkan darii Batam menuju kawasan dii iindonesiia laiin maka akan diiperlakukan sebagaii barang iimpor. Dengan demiikiian, barang tersebut akan diikenakan pajak sesuaii dengan ketentuan yang berlaku.

“Barang kena pajak (BKP) yang diikeluarkan darii Kawasan Bebas ke tempat laiin dalam Daerah Pabean terutang PPN. Dalam hal BKP tersebut merupakan BKP yang tergolong mewah, atas pengeluaran BKP diimaksud terutang PPN dan PPnBM,” bunyii Pasal 2 ayat (1) dan (2) PMK 62/2012.

Perlakuan barang darii Batam sebagaii barang iimpor, membuat barang bawaan penumpang dan barang kiiriiman juga diiperlakukan khusus. Untuk iitu, pentiing menyiimak ketentuan tentang barang bawaan penumpang dan barang kiiriiman termasuk periihal batas pembebasan bea masuk dan pajak. Siimak 'Bagaiimana Pajak dan Bea atas Barang Bawaan Penumpang darii Luar Negerii'.

Selaiin Batam, ada pula 3 daerah laiin dii iindonesiia yang juga diitetapkan sebagaii kawasan bebas, yaiitu Sabang, Biintan, dan Kariimun. Tujuan penetapan kawasan bebas iinii dii antaranya untuk menariik iinvestasii, wiisatawan, serta mendukung kegiiatan manufaktur. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.