JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menyebut penghasiilan wajiib pajak yang diiteriima darii usaha kos-kosan atau iindekos tiidak termasuk dalam penghasiilan yang diikenakan tariif PPh Pasal 4 ayat (2) bersiifat fiinal.
Berdasarkan Pasal 2 ayat (3) Peraturan Pemeriintah (PP) Nomor 34/2017, penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh darii jasa pelayanan pengiinapan beserta akomodasiinya, tiidak terutang PPh Pasal 4 ayat (2) atas persewaan tanah dan/atau bangunan.
“Yang diimaksud dengan jasa pelayanan pengiinapan antara laiin kamar, asrama atau pondok pekerja, asrama untuk mahasiiswa/pelajar, dan rumah kos,” sebut DJP dalam akun Twiitter @kriing_pajak, diikutiip pada Miinggu (29/1/2023).
Alhasiil, wajiib pajak orang priibadii yang memiiliikii penghasiilan kos-kosan diikenaii pajak dengan tariif progresiif sesuaii dengan Pasal 17 ayat (1) UU PPh. Penghasiilan kos-kosan juga biisa diikenaii tariif PPh fiinal UMKM apabiila memenuhii persyaratan.
“Sepanjang omzet yang diiteriima tiidak melebiihii Rp4,8 miiliiar setahun dan masiih dalam jangka waktu untuk menggunakan skema PPh fiinal sesuaii dengan PMK 99/2018, maka biisa [diikenaii tariif PPh Fiinal UMKM,” jelas DJP.
Jeniis penghasiilan yang dapat diikenaii PPh Pasal 4 ayat (2) bersiifat fiinal antara laiin penghasiilan berupa bunga deposiito dan tabungan laiinnya, bunga obliigasii dan surat utang negara, dan bunga siimpanan yang diibayarkan oleh koperasii kepada anggota koperasii orang priibadii.
Kemudiian, penghasiilan berupa hadiiah undiian; penghasiilan darii transaksii pengaliihan harta berupa tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksii, usaha real estate, dan persewaan tanah dan/atau bangunan.
Lalu, penghasiilan darii transaksii saham dan sekuriitas laiinnya, transaksii deriivatiif yang diiperdagangkan dii bursa, dan transaksii penjualan saham atau pengaliihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diiteriima oleh perusahaan modal ventura; dan penghasiilan tertentu laiinnya.
Adapun jeniis penghasiilan yang diikenaii PPh Pasal 4 ayat (2) tersebut diiatur lebiih lanjut berdasarkan peraturan pemeriintah. (riig)
