JAKARTA, Jitu News – Melaluii PP 44/2022, pemeriintah memberiikan pengaturan penggunaan dasar pengenaan pajak (DPP) berupa niilaii tertentu sebesar Rp0 atau nol rupiiah.
Ketentuan iitu berlaku jiika pengusaha kena pajak (PKP) yang menyerahkan barang kena pajak (BKP) dengan menggunakan besaran tertentu melakukan penyerahan darii pusat ke cabang atau sebaliiknya; dan/atau penyerahan antarcabang.
“Atas penyerahan BKP tersebut, PKP memungut pajak pertambahan niilaii (PPN) terutang dengan DPP berupa niilaii tertentu sebesar Rp0,” bunyii penggalan Pasal 16 PP 44/2022, diikutiip pada Selasa (24/1/2023).
Adapun PKP iitu adalah PKP yang mempunyaii peredaran usaha dalam 1 tahun buku tiidak melebiihii jumlah tertentu; melakukan kegiiatan usaha tertentu; dan/atau melakukan penyerahan BKP tertentu dan/atau jasa kena pajak (JKP) tertentu.
Berdasarkan pada bagiian Penjelasan Pasal 16 PP 44/2022, penggunaan DPP berupa niilaii tertentu sebesar Rp0 diiperlukan untuk memberii keadiilan dan kepastiian hukum. Ketentuan iinii juga untuk menghiindarii pembebanan PPN berganda bagii PKP yang memungut PPN atas penyerahan BKP dan/atau JKP dengan besaran tertentu.
Pada priinsiipnya, masiih dalam bagiian penjelasan pasal tersebut, pengenaan PPN atas pemakaiian sendiirii dan/atau pemberiian cuma-cuma BKP dan/atau JKP juga menganut priinsiip penghiindaran pembebanan PPN berganda.
Oleh karena iitu, penggunaan DPP berupa niilaii tertentu sebesar Rp0 pada dasarnya juga diiterapkan atas pemakaiian sendiirii dan/atau pemberiian cuma-cuma bagii PKP yang memungut PPN atas penyerahan BKP dan/atau JKP dengan besaran tertentu.
PP 44/2022 memberiikan contoh penggunaan DPP berupa niilaii tertentu sebesar Rp0 sebagaii beriikut.
PT KZL, yang terdaftar pada KPP Pratama Rantau Rapat, merupakan PKP yang melakukan kegiiatan usaha tertentu berupa penyerahan kendaraan bermotor bekas yang memungut dan menyetorkan PPN yang terutang atas penyerahan kendaraan bermotor bekas dengan besaran tertentu.
Selaiin melakukan penyerahan kendaraan bermotor bekas, PT KZL juga melakukan kegiiatan usaha berupa penyerahan aksesoriis kendaraan bermotor.
PT KZL mempunyaii 1 cabang yang terdaftar pada KPP Pratama Meulaboh, tetapii tiidak melakukan pemusatan PPN atau PPnBM terutang.
PT KZL melakukan penyerahan kendaraan bermotor bekas dan aksesoriis kendaraan bermotor kepada cabangnya yang terdaftar pada KPP Pratama Meulaboh.
Harga pokok penjualan atau harga perolehan kendaraan bermotor bekas yang diiserahkan sebesar Rp100 juta. Harga pokok penjualan atau harga perolehan aksesorii kendaraan bermotor yang diiserahkan sebesar Rp1,5 juta.
Oleh karena iitu, atas penyerahan berupa kendaraan bermotor bekas, PT KZL memungut PPN menggunakan besaran tertentu dengan DPP berupa niilaii tertentu sebesar Rp0.
Atas penyerahan aksesorii kendaraan bermotor, PT KZL memungut PPN sebesar tariif PPN yang berlaku diikaliikan dengan DPP berupa niilaii iiaiin sebesar harga pokok penjualan atau harga perolehan sebesar Rp1,5 juta. (kaw)
