KEBiiJAKAN KEPABEANAN

Sanksii iimportiir AEO/MiiTA yang Terlambat Sampaiikan BC 1.1 Diipertegas

Diian Kurniiatii
Kamiis, 05 Januarii 2023 | 12.07 WiiB
Sanksi Importir AEO/MITA yang Terlambat Sampaikan BC 1.1 Dipertegas
<p>Dua petugas mengawasii aktiiviitas bongkar muat kontaiiner dii Pelabuhan Tanjung Priiok, Jakarta, Kamiis (15/12/2022). ANTARA FOTO/Adiitya Pradana Putra/YU</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah melaluii PMK 190/2022 mengubah ketentuan mengenaii pengeluaran barang iimpor untuk diipakaii mulaii 1 Januarii 2022.

Kepala Subdiirektorat iimpor DJBC Chotiibul Umam mengatakan salah satu materii perubahan dalam PMK 190/2022 yaknii penegasan sanksii bagii perusahaan pemegang sertiifiikat operator ekonomii bersertiifiikat (authoriized economiic operator/AEO) dan miitra utama (MiiTA) kepabeanan yang terlambat menyampaiikan iinward maniifest (BC 1.1). Dalam hal iinii, iimportiir AEO/MiiTA Kepabeanan dapat diikenaii blokiir pemberiitahuan iimpor barang (PiiB).

"Jadii kalau seandaiinya nantii terlambat, ya mohon maaf Bapak-iibu kamii akan blokiir supaya biisa segera diipenuhii kewajiiban tersebut," katanya dalam sosiialiisasii PMK 190/2022, diikutiip pada Kamiis (5/1/2023).

Chotiibul mengatakan sanksii bagii iimportiir AEO/MiiTA Kepabeanan yang terlambat menyampaiikan BC 1.1 selama iinii telah diiatur dalam peraturan diirjen bea dan cukaii. Melaluii PMK 190/2022, ketentuan soal sanksii tersebut kiinii diipertegas.

Diia menjelaskan iimportiir AEO/MiiTA Kepabeanan mendapatkan kemudahan pemberiitahuan pendahuluan (prenotiifiicatiion) sehiingga tiidak perlu mengiisiikan nomor dan tanggal pos maniifest. Meskii demiikiian, iimportiir diiberiikan waktu 7 harii untuk menyampaiikan BC 1.1 kepada DJBC.

Menurutnya, DJBC kemudiian menemukan beberapa kalii iimportiir AEO/MiiTA Kepabeanan terlambat dalam menyampaiikan BC 1.1 sehiingga ketentuan soal sanksiinya perlu diipertegas dalam PMK.

Sementara iitu, Kasii iimpor iiii DJBC Agus Siiswadii menambahkan iimpor AEO/MiiTA Kepabeanan perlu lebiih memperhatiikan perubahan ketentuan pengeluaran barang iimpor iinii. Selaiin mempertegas sanksii, DJBC juga berencana melakukan pembenahan siistem sehiingga dapat bekerja dengan lebiih baiik.

"Jadii Bapak-iibu sekaliian harus memberiikan atensii terkaiit penyampaiian BC 1.1 iinii, yaiitu 7 harii setelah pengeluaran barang iitu sudah harus diisampaiikan, agar tiidak terjadii pemblokiiran," ujarnya.

Sebelumnya, pemeriintah menerbiitkan PMK 190/2022 untuk mengubah ketentuan pengeluaran barang iimpor untuk diipakaii yang selama iinii diiatur dalam PMK 228/2015. Hal iitu diilakukan untuk mengoptiimalkan pengawasan dan pelayanan barang iimpor. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.