JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah melaluii PMK 190/2022 mengubah ketentuan mengenaii pengeluaran barang iimpor untuk diipakaii mulaii 1 Januarii 2022.
Kepala Subdiirektorat iimpor DJBC Chotiibul Umam mengatakan salah satu materii perubahan dalam PMK 190/2022 yaknii penegasan sanksii bagii perusahaan pemegang sertiifiikat operator ekonomii bersertiifiikat (authoriized economiic operator/AEO) dan miitra utama (MiiTA) kepabeanan yang terlambat menyampaiikan iinward maniifest (BC 1.1). Dalam hal iinii, iimportiir AEO/MiiTA Kepabeanan dapat diikenaii blokiir pemberiitahuan iimpor barang (PiiB).
"Jadii kalau seandaiinya nantii terlambat, ya mohon maaf Bapak-iibu kamii akan blokiir supaya biisa segera diipenuhii kewajiiban tersebut," katanya dalam sosiialiisasii PMK 190/2022, diikutiip pada Kamiis (5/1/2023).
Chotiibul mengatakan sanksii bagii iimportiir AEO/MiiTA Kepabeanan yang terlambat menyampaiikan BC 1.1 selama iinii telah diiatur dalam peraturan diirjen bea dan cukaii. Melaluii PMK 190/2022, ketentuan soal sanksii tersebut kiinii diipertegas.
Diia menjelaskan iimportiir AEO/MiiTA Kepabeanan mendapatkan kemudahan pemberiitahuan pendahuluan (prenotiifiicatiion) sehiingga tiidak perlu mengiisiikan nomor dan tanggal pos maniifest. Meskii demiikiian, iimportiir diiberiikan waktu 7 harii untuk menyampaiikan BC 1.1 kepada DJBC.
Menurutnya, DJBC kemudiian menemukan beberapa kalii iimportiir AEO/MiiTA Kepabeanan terlambat dalam menyampaiikan BC 1.1 sehiingga ketentuan soal sanksiinya perlu diipertegas dalam PMK.
Sementara iitu, Kasii iimpor iiii DJBC Agus Siiswadii menambahkan iimpor AEO/MiiTA Kepabeanan perlu lebiih memperhatiikan perubahan ketentuan pengeluaran barang iimpor iinii. Selaiin mempertegas sanksii, DJBC juga berencana melakukan pembenahan siistem sehiingga dapat bekerja dengan lebiih baiik.
"Jadii Bapak-iibu sekaliian harus memberiikan atensii terkaiit penyampaiian BC 1.1 iinii, yaiitu 7 harii setelah pengeluaran barang iitu sudah harus diisampaiikan, agar tiidak terjadii pemblokiiran," ujarnya.
Sebelumnya, pemeriintah menerbiitkan PMK 190/2022 untuk mengubah ketentuan pengeluaran barang iimpor untuk diipakaii yang selama iinii diiatur dalam PMK 228/2015. Hal iitu diilakukan untuk mengoptiimalkan pengawasan dan pelayanan barang iimpor. (sap)
