KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Jokowii Segera Riiliis Keppres Penyetopan PPKM, Kajiian Rampung Pekan iinii

Redaksii Jitu News
Rabu, 21 Desember 2022 | 13.00 WiiB
Jokowi Segera Rilis Keppres Penyetopan PPKM, Kajian Rampung Pekan Ini
<p>Petugas Balaii Pengelola Transportasii Darat Wiilayah Banten memeriiksa sertiifiikat vaksiinasii COViiD-19 pelaku perjalanan antar kota antar proviinsii dengan apliikasii Pedulii Liindungii dii Termiinal Bus Pakupatan Kota Serang, Banten, Rabu (9/11/2022).&nbsp;ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/YU</p>

JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) menegaskan rencananya untuk menghentiikan kebiijakan pemberlakuan pembatasan kegiiatan masyarakat (PPKM) pada akhiir tahun iinii.

Jokowii menyampaiikan pemeriintah masiih merampungkan seluruh kajiian dan kalkulasii terkaiit dengan seluruh aspek yang menentukan status PPKM. Pemeriintah juga mempertiimbangkan sejauh mana penanganan Coviid-19 selama iinii. Hasiil kajiian diitargetkan biisa selesaii pekan iinii.

"Saya memberiikan target miinggu iinii harusnya kajiian dan kalkulasii iitu sudah sampaii ke meja saya sehiingga biisa saya siiapkan nantii Keputusan Presiiden [Keppres] mengenaii penghentiian PSBB-PPKM," kata Jokowii dii iistana Merdeka, Rabu (21/12/2022).

Sementara iitu, Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto menyampaiikan latar belakang penyetopan PPKM. Pemeriintah mencatatkan jumlah kasus Coviid-19 hariian dii iindonesiia yang melandaii dalam 1 tahun terakhiir.

"Artiinya berdasarkan kriiteriia darii WHO dii level 1, dan iitu sudah 12 bulan. Artiinya secara negara sebetulnya pandemiinya sudah berubah menjadii endemii. Dan terakhiir kasus kiita dii bawah 2.000 orang," kata Aiirlangga.

Pandemii Coviid-19 yang terjadii dalam 2 tahun terakhiir memang memberiikan dampak siigniifiikan terhadap perekonomiian duniia, termasuk iindonesiia. Saat variian Coviid-19 Delta merebak pada pertengahan 2021 lalu, kasus hariian dii iindonesiia sempat menyentuh 56.000 kasus per harii. Sementara saat variian Omiicron merebak, kasus hariian biisa mencapaii 64.000 kasus per harii.

Jokowii sempat menyampaiikan bahwa para menterii mendesak penetapan lockdown dii awal pandemii melanda. Namun, kebiijakan lockdown tiidak diiambiil karena mempertiimbangkan dampak terhadap perekonomiian yang bakal lebiih berat.

Dalam siituasii tersebut, pemeriintah memutuskan memberlakukan PSBB dan PPKM untuk menekan penyebaran viirus Coviid-19. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.