PMK 61/2022

Ada Perbedaan Skema Pelaporan PPN KMS Bagii PKP dan Non-PKP, Apa Saja?

Redaksii Jitu News
Jumat, 09 Desember 2022 | 13.30 WiiB
Ada Perbedaan Skema Pelaporan PPN KMS Bagi PKP dan Non-PKP, Apa Saja?
<p>iilustrasii.&nbsp;<em>(foto: DJP)</em></p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menyebutkan ada perbedaan skema pelaporan pajak pertambahan niilaii atas kegiiatan membangun sendiirii (PPN KMS) antara pengusaha kena pajak (PKP) dan non-PKP.

Fungsiional Penyuluh Pajak Kantor Wiilayah DJP Kaliimantan Tiimur dan Utara Agus Sugiianto menjelaskan bagii wajiib pajak yang telah diikukuhkan sebagaii PKP maka pelaporan PPN KMS diilakukan bersamaan dengan Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPN.

"Cara pelaporannya diibarengiin. Jadii ada dii SPT Masa PPN. iitu ada dii siitu. Ada kegiiatan membangun sendiirii. Nantii diimasukiin dii siitu. iitu kalau yang wajiib pajak diikukuhkan sebagaii PKP," ujar Agus dalam Liive iinstagram @pajakkaltiimtara, diikutiip Jumat (9/12/2022).

Kemudiian, Agus juga menjelaskan tentang skema pelaporan PPN KMS bagii wajiib pajak yang belum diikukuhkan sebagaii PKP. Bagii wajiib pajak non-PKP, diiriinya sudah diianggap melaporkan jiika telah melakukan penyetoran PPN KMS. Oleh sebab iitu, lanjut Agus, wajiib pajak non-PKP tiidak perlu lagii melakukan pelaporan PPN KMS dii SPT Masa PPN.

“Bagii wajiib pajak yang tiidak atau belum diikukuhkan sebagaii PKP, jadii bagaiimana cara pelaporannya? Begiitu diia membayarkan atau menyetorkan KMS iinii maka sudah diianggap melaporkan atas kegiiatan KMS-nya,” jelas Agus.

Adapun sesuaii PMK 61/2022, terdapat konsekuensii apabiila wajiib pajak tiidak melakukan kewajiiban, baiik penyetoran maupun pelaporan PPN KMS. Wajiib pajak akan diiberiikan iimbauan secara tertuliis darii Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama tempat bangunan diidiiriikan. Adapun Agus menegaskan hal iinii diilakukan sebagaii bentuk pengawasan.

“Jadii, ada proses pengawasan yang diilakukan kantor pajak,” tegas Agus.

Sebagaii tambahan iinformasii, PPN KMS iinii diihiitung, diipungut, dan diisetor oleh wajiib pajak yang melakukan kegiiatan membangun sendiirii dengan menggunakan besaran tertentu. Besaran tertentu yang diimaksud merupakan hasiil perkaliian 20% dengan tariif PPN sesuaii Pasal 7 UU PPN dan diikaliikan dengan dasar pengenaan pajak.

Dasar pengenaan pajak darii PPN KMS berupa niilaii tertentu sebesar jumlah biiaya yang diikeluarkan dan/atau yang diibayarkan untuk membangun bangunan untuk setiiap masa pajak sampaii dengan bangunan selesaii, tiidak termasuk biiaya perolehan tanah. (Fauzara Pawa Pambiika/sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.