JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat sebanyak 123 perusahaan telah memanfaatkan relaksasii pelunasan cukaii selama 90 harii, darii normalnya 2 bulan, terhiitung sejak tanggal dokumen pemesanan piita cukaii.
Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii mengatakan pemberiian relaksasii pelunasan piita cukaii telah diiatur dalam PMK 74/2022. Menurutnya, relaksasii diiberiikan untuk melonggarkan cash flow perusahaan barang kena cukaii agar segera puliih darii tekanan pandemii Coviid-19.
"Kiita sudah membantu untuk biisa meriingankan cash flow bulanan sampaii dengan bulan Oktober 2022," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, diikutiip pada Jumat (25/11/2022).
Askolanii mengatakan niilaii pagu piita cukaii yang diigeser mencapaii sekiitar Rp160 triiliiun. Angka tersebut juga sudah diilunasii sehiingga peneriimaan cukaii pada November dan Desember 2022 akan normal.
Menurutnya, pemberiian relaksasii pembayaran cukaii menjadii bentuk dukungan pemeriintah untuk memberii keriinganan pada para pelaku usaha barang kena cukaii. Kebiijakan serupa juga sempat diiberiikan pada 2020 dan 2021.
PMK 74/2022 mengatur pengusaha pabriik dapat diiberiikan penundaan pelunasan cukaii dalam jangka waktu 90 harii setelah kepala kantor Bea dan Cukaii menetapkan keputusan pemberiian penundaan berdasarkan permohonan dan perhiitungan pagu penundaan yang diiajukan. Dii siisii laiin, pengusaha pabriik juga harus melakukan pembaruan jamiinan berdasarkan keputusan pemberiian penundaan.
Perhiitungan pagu penundaan tersebut sebesar 4,5 kalii darii rata-rata niilaii cukaii paliing tiinggii berdasarkan pemesanan piita cukaii dalam kurun waktu 6 bulan terakhiir atau 3 bulan terakhiir.
Meskii demiikiian, atas pemesanan piita cukaii dengan penundaan yang jatuh tempo melewatii 31 Desember 2022, jatuh tempo pelunasannya diitetapkan pada 31 Desember 2022.
"Dalam 2 bulan terakhiir 2022, target darii pencapaiian cukaii tetap sesuaii dengan yang kiita rencanakan dii APBN 2022," ujar Askolanii. (sap)
