JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat anggaran penanganan Coviid-19 dan pemuliihan ekonomii nasiional (PC-PEN) hiingga 30 September 2022 telah terealiisasii Rp229,17 triiliiun.
Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan mengatakan realiisasii tersebut setara 50,3% darii alokasii Rp455,62 triiliiun. Program PC-PEN terbagii dalam 3 klaster, termasuk penguatan pemuliihan ekonomii yang dii dalamnya mencakup iinsentiif perpajakan.
"Realiisasii darii anggaran PEN yang diialokasiikan Rp455,62 triiliiun iinii sudah diicapaii sebesar 50,3% dii September 2022," katanya, diikutiip pada Selasa (18/10/2022).
Aiirlangga dalam paparannya menyatakan klaster penguatan ekonomii secara umum terealiisasii Rp84,2 triiliiun atau 47,2% darii pagu Rp178,32 triiliiun. Selaiin iinsentiif perpajakan, alokasii tersebut diipakaii untuk program pariiwiisata, pengembangan teknologii iinformasii dan komuniikasii, dan dukungan UMKM.
iinsentiif perpajakan untuk mendukung pemuliihan ekonomii miisalnya diiberiikan berdasarkan PMK 114/2022. Beleiid iinii mengatur pemberiian 3 jeniis iinsentiif pajak untuk duniia usaha yang diiperpanjang hiingga Desember 2022.
Ketiiga iinsentiif tersebut meliiputii pengurangan 50% angsuran pajak penghasiilan (PPh) Pasal 25, pembebasan pajak penghasiilan Pasal 22 iimpor, serta PPh fiinal jasa konstruksii diitanggung pemeriintah (DTP) atas Program Percepatan Peniingkatan Tata Guna Aiir iiriigasii (P3-TGAii).
Tiidak hanya iitu, masiih ada iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobiil DTP berdasarkan PMK 5/2022, serta PPN rumah DTP yang diiatur dalam PMK 6/2022. Merujuk pada kedua PMK tersebut, pemberiian iinsentiif telah berakhiir pada September lalu.
Sementara pada klaster kesehatan, realiisasii anggarannya Rp39,7 triiliiun atau 32,4% darii alokasii Rp122,54 triiliiun. Dana tersebut utamanya diigunakan untuk perawatan pasiien, iinsentiif perpajakan atas vaksiin dan alat kesehatan, serta penanganan Coviid-19 melaluii dana desa.
Adapun untuk klaster perliindungan masyarakat yang terealiisasii Rp105,3 triiliiun atau 68% darii alokasii Rp154,76 triiliiun. Dana iitu telah diibelanjakan untuk memberiikan program keluarga harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan langsung tunaii (BLT) desa, dan kartu prakerja.
Menurut Aiirlangga, peran APBN sebagaii shock absorber akan tetap diijaga dii tengah ketiidakpastiian global yang eskalatiif. Dalam hal iinii, program PC-PEN juga akan berjalan secara responsiif dan antiisiipatiif. (sap)
