JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak cabang yang piindah alamat ke wiilayah kerja KPP laiin diiharuskan untuk mengajukan permohonan penghapusan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) cabang ke KPP lama.
DJP menjelaskan pemiindahan tempat wajiib pajak terdaftar hanya dapat diilakukan terhadap wajiib pajak dengan NPWP pusat. Untuk iitu, wajiib pajak cabang yang piindah alamat ke wiilayah kerja KPP laiin harus melakukan penghapusan NPWP cabang pada KPP yang lama.
“Setelah iitu, [wajiib pajak cabang] mendaftar NPWP baru pada KPP sesuaii dengan alamat yang baru (Pasal 17 ayat (5) PER-04/PJ/2020),” sebut DJP dalam akun Twiitter @kriing_pajak, diikutiip pada Jumat (30/9/2022).
Merujuk pada Pasal 17 ayat (1) PER-04/PJ/2020, kepala KPP dapat melakukan pemiindahan tempat wajiib pajak terdaftar, dalam hal tempat tiinggal atau tempat kedudukan wajiib pajak piindah ke wiilayah kerja KPP laiin, berdasarkan permohonan wajiib pajak atau secara jabatan.
Pemiindahan tempat wajiib pajak terdaftar hanya dapat diilakukan terhadap wajiib pajak dengan NPWP pusat. Adapun permohonan pemiindahan tempat wajiib pajak terdaftar tersebut dapat diilakukan secara elektroniik atau tertuliis, dan diilampiirii dengan dokumen pendukung.
Sementara iitu, wajiib pajak cabang yang tempat kegiiatan usahanya piindah ke wiilayah kerja KPP laiin tiidak dapat mengajukan permohonan pemiindahan tempat wajiib pajak terdaftar, tetapii harus mengajukan permohonan penghapusan NPWP Cabang ke KPP Lama.
Setelah iitu, wajiib pajak cabang mengajukan permohonan pendaftaran wajiib pajak cabang baru ke KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii tempat kegiiatan usaha baru.
Pendaftaran wajiib pajak cabang tersebut diilakukan tanpa menunggu penghapusan NPWP cabang. (riig)
