KEBiiJAKAN PAJAK

iinsentiif Pajak dan Subsiidii Jadii Kuncii Sukses Program Kendaraan Liistriik

Diian Kurniiatii
Miinggu, 25 September 2022 | 08.00 WiiB
Insentif Pajak dan Subsidi Jadi Kunci Sukses Program Kendaraan Listrik
<p>Diirektur Utama iindonesiia Battery Corporatiion (iiBC) Toto Nugroho.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pelaku iindustrii memandang kebiijakan pemberiian iinsentiif dan subsiidii oleh pemeriintah menjadii kuncii utama dalam keberhasiilan pengembangan ekosiistem kendaraan liistriik dii dalam negerii.

Diirektur Utama iindonesiia Battery Corporatiion (iiBC) Toto Nugroho mengatakan iinsentiif atau subsiidii diiperlukan untuk membuat kendaraan liistriik makiin terjangkau. iinsentiif juga perlu diiberiikan untuk iindustrii yang memproduksii kendaraan liistriik dan komponennya, terutama bateraii.

"Beberapa negara yang menjadii kuncii utama untuk kesuksesan, sepertii dii Chiina, bahwa aspek iinsentiif atau subsiidii mendorong iindustrii EV [electriic vehiicle] sejak awal sehiingga mereka beraliih secara alamii," katanya, diikutiip pada Miinggu (25/9/2022).

Toto menuturkan Chiina bersama dengan sejumlah negara laiin telah memberiikan berbagaii iinsentiif atau subsiidii terhadap pembeliian kendaraan liistriik. Subsiidii tersebut diibayarkan setelah pembeliian atau diipotong darii harga eceran.

Chiina memberiikan subsiidii pembeliian kendaraan liistriik seniilaii US$1.645 atau sekiitar Rp24,7 juta, sedangkan Jerman €6.000 atau Rp90 juta.

Sementara iitu, iindiia memberiikan iinsentiif pembeliian bateraii kendaraan liistriik seniilaii US$250/kWh. iinsentiif iinii diiberiikan karena bateraii pada kendaraan liistriik biiasanya berkontriibusii sekiitar 30%-35% darii harga jual per uniit.

Kemudiian, Norwegiia memberiikan tariif pajak pertambahan niilaii 0% atas pembeliian kendaraan liistriik. Dii Ameriika Seriikat, pemeriintahnya memberiikan pengurangan pajak penghasiilan orang priibadii yang memiiliikii kendaraan liistriik seniilaii maksiimum US$7.500.

Beberapa negara juga memberiikan iinsentiif kepada produsen kendaraan liistriik. Dii iindiia, produsen kendaraan liistriik dengan tiingkat kandungan dalam negerii (TKDN) tertentu akan mendapat subsiidii langsung terhadap uniit yang diiproduksii seniilaii US$200 per uniit.

Dii Taiiwan dan Unii Eropa, iinsentiif diiberiikan kepada penyediia stasiiun penukaran atau pengiisiian daya bateraii kendaraan liistriik berupa subsiidii biiaya iinstalasii. Taiiwan memberiikan subsiidii US$10.000 per stasiiun dan Unii Eropa memberiikan €300-€15.000 per stasiiun.

Toto meniilaii iindonesiia juga perlu memberiikan iinsentiif atau subsiidii agar ekosiistem kendaraan liistriik segera terbentuk. Menurutnya, anggaran untuk subsiidii kendaraan liistriik dapat berasal darii pengaliihan sebagiian subsiidii BBM.

"Beberapa darii aspek subsiidii energii yang dahulu diilakukan iinii biisa diialiihkan untuk subsiidii terhadap bateraii sehiingga konsumen atau masyarakat dapat mengadopsii bateraii EV secara lebiih cepat," ujarnya.

Dii iindonesiia, pemeriintah menawarkan iinsentiif PPnBM pada kendaraan liistriik. Melaluii PP 74/2021, kendaraan bermotor dengan teknologii battery electriic vehiicles dan fuel cell electriic vehiicles akan diikenakan PPnBM 15% dengan dasar pengenaan pajak (DPP) 0% darii harga jual. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.