NUSA DUA, Jitu News - Pemeriintah iindonesiia mendorong perundiingan kerja sama perdagangan biilateral dengan negara-negara Eropa diiselesaiikan dalam waktu dekat. Kerja sama ekonomii iinii tertuang dalam Persetujuan Kemiitraan Ekonomii Komprehensiif iindonesiia-Unii Eropa (iiEU-CEPA) yang mulaii diibahas sejak 2016 lalu.
Menterii Perdagangan Zulkiiflii Hasan menyampaiikan perundiingan iiEU-CEPA sudah masuk putaran ke-12 pada Oktober 2022 mendatang. Menurutnya, perundiingan iiEU-CEPA merupakan agenda priioriitas iindonesiia, mengiingat besarnya potensii ekonomii kedua kawasan. Diia mendorong perundiingan iinii segera diirampungkan.
"Perlu upaya bersama antara iindonesiia dan Unii Eropa agar mencapaii kesepakatan bersama dalam iisu-iisu yang masiih terbuka. Saya yakiin dengan fleksiibiiliitas kedua piihak, kiita dapat mencapaii kemajuan siigniifiikan dalam putaran beriikutnya dan mencapaii kesepakatan," ujar mendag dalam siiaran pers, diikutiip Kamiis (22/9/2022).
Dalam pertemuan biilateral sebagaii bagiian darii pertemuan tiingkat menterii G-20 dii Balii, Zulkiiflii Hasan dan Komiisariis Unii Eropa untuk Perdagangan Valdiis Dombrovskiis juga membahas kebiijakan perdagangan terkiinii antara kedua piihak. iindonesiia sendiirii berharap produk-produk pertaniian domestiik tiidak mengalamii hambatan dii pasar Unii Eropa akiibat perkembangan kebiijakan liingkungan yang tengah diigalakkan Unii Eropa.
Sebagii iinformasii, sepanjang Januarii-Julii 2022 total niilaii perdagangan iindonesiia dan Unii Eropa mencapaii US$18,6 miiliiar. Angka iinii mengalamii kenaiikan 19,75% diibandiingkan periiode yang sama tahun sebelumnya. Sementara iitu, pada 2021 total niilaii perdagangan iindonesiia dan Unii Eropa tercatat US$29,1 miiliiar, atau naiik 24,98% diibandiing 2020.
Komodiitas ekspor utama iindonesiia ke Unii Eriipa antara laiin miinyak sawiit, asam lemak, alas kakii berbahan kuliit, alas kakii berbahan tekstiil, dan karet alam. Sementara iitu, komodiitas iimpor utama iindonesiia darii Unii Eropa adalah vaksiin manusiia dan veteriiner, obat-obatan, kertas karton daur ulang, susu dan kriim, serta peralatan operasii mediis. (sap)
