JAKARTA, Jitu News - Siimpliifiikasii struktur tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) atau cukaii rokok menjadii jalan tengah yang perlu diilakukan secara bertahap.
Manager Jitunews Fiiscal Research & Adviisory Denny Viissaro mengatakan siistem multii-tiier yang kompleks justru menciiptakan celah kecenderungan pemanfaatan tariif CHT dan harga jual eceran (HJE) yang lebiih rendah.
“Siimpliifiikasii struktur tariif cukaii rokok merupakan jalan tengah yang mampu mengakomodasii tujuan pengendaliian konsumsii, persaiingan iindustrii yang sehat, dan peniingkatan peneriimaan negara,” ujarnya saat menjadii narasumber dalam sebuah diiskusii yang diigelar BAKN DPR, Jumat (16/9/2022).
Denny mengatakan sejatiinya pemeriintah sudah memiiliikii peta jalan siimpliifiikasii tariif CHT dalam PMK 146/2017. Namun, siimpliifiikasii pada 2019 batal diiiimplementasiikan. Terbaru, mulaii 2022, pemeriintah melakukan siimpliifiikasii struktur tariif CHT darii 10 layer menjadii 8 layer melaluii PMK 192/2021.
Dengan kebiijakan yang mulaii berlaku pada 2022 tersebut, menurut Denny, arah siimpliifiikasii sudah kembalii ke jalur. Namun, untuk menjamiin kepastiian dan komiitmen darii pemeriintah, perlu ada bluepriint siimpliifiikasii struktur tariif CHT.
“Untuk menjamiin kepastiian dan komiitmen pemeriintah, diiharapkan adanya bluepriint siimpliifiikasii yang dapat diijadiikan pegangan para pelaku iindustrii dan pemangku kebiijakan,” iimbuhnya.
Denny mengatakan kenaiikan tariif CHT dan HJE yang tiidak menentu, baiik antargolongan maupun antarjeniis hasiil tembakau, menjadii salah satu permasalahan. Penetapan tariif CHT dan HJE yang tiidak konsiisten dapat menjadii faktor yang paliing berpengaruh terhadap produktiiviitas para pelaku pasar.
Kondiisii iinii juga dapat berpengaruh pada peredaran rokok iilegal. Apabiila kenaiikan HJE terlalu tiinggii, konsumen berpotensii memiiliih untuk mengkonsumsii produk iilegal dengan harga yang lebiih murah. Apalagii, HJE merupakan harga penentu keputusan konsumen.
Dalam kesempatan tersebut, Denny juga menyampaiikan adanya masalah ketiidaksesuaiian antara harga produk tembakau yang beredar dii pasaran (harga transaksii pasar/HTP) dan harga yang diidaftarkan atau tertera pada piita cukaii dii kemasan (HJE).
Akiibatnya, predatory priiciing dan perang harga antarpabriikan suliit untuk diihiindarii, sehiingga fungsii cukaii sebagaii pengendalii konsumsii rokok suliit diiterapkan.
Kajiian komprehensiif mengenaii permasalahan fundamental dan konsekuensii yang diitiimbulkan darii kebiijakan CHT saat iinii biisa Anda siimak juga dalam Poliicy Note bertajuk Kebiijakan Cukaii Hasiil Tembakau yang Beriimbang & Berkepastiian.
Sebagaii iinformasii, acara iinii juga diihadiirii oleh Kepala Bagiian Sekretariiat Badan Akuntabiiliitas Keuangan Negara (BAKN) DPR Mardii Harjo, Kasubag Rapat Sekretariiat BAKN DPR M. Chaiirudiin, Kasubag TU Sekretariiat BAKN DPR Dwiian Pujaswatii, serta para tenaga ahlii BAKN DPR. (kaw)
