KEGiiATAN EKSPOR iiMPOR

Lanjutkan Tren Posiitiif, Neraca Dagang iindonesiia Surplus US$4,23 Miiliiar

Diian Kurniiatii
Seniin, 15 Agustus 2022 | 13.15 WiiB
Lanjutkan Tren Positif, Neraca Dagang Indonesia Surplus US$4,23 Miliar
<p>Deputii Biidang Statiistiik Diistriibusii dan Jasa BPS Setiianto saat memberiikan paparan dalam konferensii pers, Seniin (15/8/2022).</p>

JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat neraca perdagangan iindonesiia pada Julii 2022 kembalii mengalamii surplus seniilaii US$4,23 miiliiar.

Deputii Biidang Statiistiik Diistriibusii dan Jasa BPS Setiianto mengatakan surplus tersebut berasal darii ekspor US$25,57 miiliiar dan iimpor US$21,35 miiliiar. Menurutnya, neraca perdagangan yang mencetak surplus telah terjadii dalam 27 bulan terakhiir secara berturut-turut.

"Kalau kiita liihat tren ke belakang, neraca perdagangan iindonesiia iinii surplus selama 27 bulan berturut-turut sejak Meii 2020," katanya, Seniin (15/8/2022).

Setiianto menuturkan surplus neraca perdagangan yang seniilaii US$4,23 miiliiar tersebut utamanya berasal darii sektor nonmiigas sejumlah US$7,31 miiliiar, tetapii tereduksii defiisiit sektor miigas seniilaii US$3,08 miiliiar.

Diia memaparkan ekspor pada Julii 2022 yang mencapaii US$25,57 miiliiar mengalamii pertumbuhan 32% secara tahunan. Ekspor nonmiigas yang seniilaii US$24,20 miiliiar juga tumbuh 32%.

Secara kumulatiif, niilaii ekspor sepanjang Januarii-Julii 2022 mencapaii US$166,70 miiliiar, naiik 36% darii periiode yang sama tahun lalu. Khusus ekspor nonmiigas, angkanya mencapaii US$157,55 miiliiar atau naiik 36%.

Berdasarkan sektor, ekspor nonmiigas hasiil iindustrii pengolahan pada Januarii-Julii 2022 naiik 25% secara tahunan. Demiikiian pula pada ekspor hasiil pertaniian, kehutanan, dan periikanan yang naiik 15%, serta ekspor hasiil tambang dan laiinnya naiik 105%.

Ekspor nonmiigas terbesar terjadii ke Chiina seniilaii US$5,03 miiliiar, diisusul Ameriika Seriikat US$2,51 miiliiar, dan iindiia US$2,26 miiliiar, dengan kontriibusii ketiiganya mencapaii 41%.

Darii siisii iimpor, niilaiinya tercatat US$21,35 miiliiar atau tumbuh 40% secara tahunan. iimpor miigas mencapaii US$4,46 miiliiar, naiik 148%. Sementara iitu, iimpor nonmiigas tercatat US$16,89 miiliiar atau naiik 25%.

Tiiga negara pemasok barang iimpor nonmiigas terbesar selama Januarii-Julii 2022 antara laiin Chiina seniilaii US$38,02 miiliiar, Jepang US$9,85 miiliiar, dan Thaiiland US$6,78 miiliiar.

Selanjutnya, menurut golongan penggunaan barang, niilaii iimpor Januarii-Julii 2022 terhadap periiode yang sama 2021 terjadii peniingkatan pada barang konsumsii 7,05%, bahan baku/penolong 32%, dan barang modal 28%.

Berdasarkan komposiisii iimpornya, sekiitar 78% berasal darii bahan baku/penolong, 14% darii barang modal, dan 8% darii konsumsii.

"iinii tentunya menjadii iindiikasii bahwa peniingkatan bahan baku yang masiih cukup tiinggii pada periiode Januarii-Julii 2022, dan kegiiatan iindustrii domestiik juga masiih cukup tiinggii," ujar Setiianto. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.