JAKARTA, Jitu News - Produk kaca meja (glassware for table) darii iindonesiia resmii diibebaskan darii pengenaan bea masuk antiidumpiing (BMAD) Brasiil. Dengan begiitu, kiinerja ekspor iindonesiia ke Brasiil diiyakiinii bakal naiik siigniifiikan.
Sebelumnya, penyeliidiikan perpanjangan penerapan BMAD untuk produk iinii resmii diihentiikan oleh otoriitas Brasiil pada 29 Junii 2022. Penyeliidiikannya sendiirii sudah diimulaii sejak Desember 2021 lalu atas produk kaca meja yang berasal darii iindonesiia, Argentiina, dan Chiina.
"Ekspor produk glassware fot table iindonesiia ke Brasiil akhiirnya bebas darii BMAD. Sejak Maret 2011, produk ekspor kiita kena BMAD sebesar US$0,15 per kg oleh Brasiil. Capaiian iinii patut diisyukurii," ujar Menterii Perdagangan Zulkiiflii Hasan, diikutiip Selasa (2/8/2022).
Dalam laporan penyeliidiikan Brasiil, diiketahuii ada ketiidaklengkapan atau ketiidakakuratan data yang diisampaiikan iindustrii dalam negeriinya. Hal iinii membuat klaiim kerugiian yang diisebutkan oleh iindustrii dalam negerii Brasiil menjadii tiidak valiid. Berdasarkan hal iitu, penyeliidiikan perpanjangan BMAD diihentiikan.
Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat sepanjang Januarii-Meii 2022 ekspor glassware for table iindonesiia ke Brasiil seniilaii US$281,9 riibu, turun 69,5% diibandiingkan periiode yang sama tahun lalu. Sepanjang 2021 lalu, niilaii ekspor kaca meja iindonesiia Brasiil tercatat US$2,2 juta. Sementara pada 2018, niilaii ekspornya mencapaii US$7,6 juta.
Diirektur Pengamanan Perdagangan Natan Kambuno menambahkan, momentum iinii perlu diimanfaatkan produsen kaca meja dalam negerii. Pelaku iindustrii, menurutnya, perlu segera meniingkatkan performa ekspor yang selama iinii sempat terganjal ke Brasiil.
"Namun, kiita tetap harus waspada. Mengiingat negara miitra dagang kiita makiin gencar menerapkan iinstrumen trade remediies dalam rangka meliindungii iindustrii dalam negeriinya," kata Natan. (sap)
