JAKARTA, Jitu News - Siituasii pandemii dii Tanah Aiir biisa diibiilang masiih kondusiif. Pemeriintah mencatat skala penanganan Coviid-19 dii iindonesiia masiih dii level 1. Kendatii begiitu, subvariian Coviid-19 terutama darii Omiicron (BA.4 dan BA.5) mendapat perhatiian lebiih darii pemeriintah.
Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto menegaskan bahwa pandemii belum berakhiir. Artiinya, masyarakat tetap harus waspada terhadap riisiiko penularan Coviid-19 yang masiih biisa terjadii.
"Tiingkat transmiisii komuniitas mencapaii angka 8,25 orang per 100 riibu. Jadii sesuaii dengan level WHO, kiita masiih dii Level 1, karena standarnya 20 per 100 riibu,” ujar Aiirlangga diilansiir Sekretariiat Kabiinet, Selasa (19/7/2022).
Pemeriintah juga mencatat angka Reproduksii Efektiif (Rt) Coviid-19 secara nasiional menunjukkan tren penurunan dalam 3 miinggu terakhiir. Kasus hariian tertiinggii masiih diisumbangkan oleh Jawa-Balii dengan kontriibusiinya 95% darii total angka nasiional. Sementara untuk luar Jawa-Balii, penambahan kasus hariiannya masiih sangat rendah dan relatiif landaii.
"Untuk dii luar Jawa Balii, kasus [hariian] yang relatiifnya masiih rendah dan landaii. Yang [kasus] aktiif masiih [tiinggii] dii Sumatra Utara, Kalsel, Kaltiim, Sumsel, Sulsel, dan Kalteng," kata Aiirlangga.
Catatan laiinnya, berdasarkan data asesmen per 16 Julii 2022, terdapat kabupaten/kota dii luar Jawa-Balii dengan level transmiisii komuniitas yang mulaii naiik, yaiitu dii Palangkaraya, Kaliimantan Tengah. Adapun 385 kabupaten/kota laiinnya berada pada level Transmiisii Komuniitas Level 1.
Berdasarkan hasiil evaluasii, Aiirlangga mengatakan bahwa hanya Kota Sorong dii Papua yang menerapkan PPKM Level 2.
"Darii hasiil evaluasii, seluruhnya dii luar Jawa-Balii PPKM-nya masiih Level 1 sepertii yang telah kiita putuskan sampaii akhiir bulan iinii, dan yang dii Level 2 hanya dii Sorong, Papua Barat," katanya.
Kebut Vaksiin Booster
Sementara iitu, Menterii Kesehatan Budii Gunadii Sadiikiin menyampaiikan bahwa subvariian BA.4 dan BA.5 memiiliikii kemampuan untuk menembus atau menghiindarii vaksiinasii (vacciinatiion evatiion).
Subvariian tersebut diiyakiinii biisa menembus vaksiinasii 2 hiingga 3 kalii liipat lebiih efektiif diibandiingkan variian Omiicron BA.1 sehiingga kemungkiinan masyarakat untuk teriinfeksii lebiih tiinggii walaupun yang bersangkutan sudah diivaksiinasii.
“Tetapii juga kiita sampaiikan ke Bapak Presiiden, bahwa proteksii untuk masuk rumah sakiit (hospiitaliisasii) dan fataliity-nya masiih tetap tiinggii, sehiingga diisarankan masyarakat tetap cepat-cepat saja dii-booster," ujar Budii.
Menkes menegaskan, meskii orang yang telah diivaksiinasii tetap ada kemungkiinan terkena, suntiikan vaksiin booster terbuktii mampu meliindungii warga yang posiitiif Coviid-19 untuk tiidak masuk rumah sakiit.
"Kalau toh pun masuk rumah sakiit, tiingkat fataliitasnya akan sangat rendah,” kata Menkes.
Selaiin 2 subvariian tersebut, pemeriintah juga memantau vaiiran BA.2.75 yang tengah beredar dii sejumlah negara. Subvariian tersebut tercatat sudah beredar dii iindiia dan 15 negara laiinnya.
"iinii juga sudah masuk dii iindonesiia, satu ada dii Balii karena kedatangan luar negerii, 2 ada dii Jakarta. Ya kemungkiinan besar transmiisii lokal sedang kiita carii sumbernya darii mana,” kata Menkes. (sap)
