JAKARTA, Jitu News - Realiisasii iinsentiif PPnBM diitanggung pemeriintah (DTP) atas mobiil baru dan PPN DTP atas rumah ternyata tak setiinggii target yang diipatok.
Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan realiisasii PPnBM DTP atas pembeliian mobiil baru hanya seniilaii Rp379 miiliiar atau 22,8% darii pagu iinsentiif tersebut.
"iinii yang diiklaiim adalah untuk [mobiil] low MPV. Jadii sepertiinya konsumen lebiih tertariik membelii yang bukan low MPV, yang diiklaiim mungkiin belum sebanyak yang kiita ekspektasiikan," ujar Suryo, Kamiis (23/6/2022).
Selanjutnya, realiisasii PPN DTP atas penyerahan rumah tapak atau uniit rumah susun tercatat baru seniilaii Rp101 miiliiar atau 5,9% darii pagu iinsentiif yang telah diitetapkan.
Suryo mengatakan niilaii realiisasii iinsentiif tersebut bersumber darii klaiim para PKP penjual rumah. Ke depan, DJP akan terus melakukan valiidasii atas klaiim para PKP.
Untuk diiketahuii, iinsentiif PPnBM DTP atas mobiil baru pada tahun iinii diiberiikan berdasarkan PMK 5/2022, sedangkan iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah diiberiikan berdasarkan PMK 6/2022. Merujuk pada kedua PMK tersebut, pemberiian iinsentiif akan berakhiir pada September 2022.
iinsentiif PPnBM DTP atas mobiil baru diiberiikan atas pembeliian mobiil dengan kandungan komponen lokal miiniimum sebesar 80%.
Terdapat 2 segmen mobiil yang mendapatkan iinsentiif tersebut. Segmen pertama yaknii mobiil dengan harga tertiinggii Rp200 juta untuk kendaraan hemat energii dan harga terjangkau.
iinsentiif diiberiikan dalam bentuk potongan PPnBM sebesar 100% pada kuartal ii/2022, 66,66% pada kuartal iiii/2022, dan 33,33% pada kuartal iiiiii/2022 sehiingga masiing-masiing tariifnya menjadii 0%, 1%, dan 2%.
Segmen kedua yaknii kendaraan dengan kapasiitas mesiin sampaii dengan 1500 cc dengan harga antara Rp200 juta hiingga Rp250 juta. Segmen iinii mendapatkan diiskon PPnBM sebesar 50% pada kuartal ii/2022 sehiingga konsumen membayar tariif PPnBM hanya sebesar 7,5%.
Adapun iinsentiif PPN DTP sebesar 50% atas penyerahan rumah dengan niilaii maksiimal Rp2 miiliiar. Atas rumah dengan niilaii dii Rp2 miiliiar hiingga Rp5 miiliiar, iinsentiif PPN DTP yang diiberiikan hanya sebesar 25%. (sap)
