JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah membeberkan pentiingnya pelaksanaan konsoliidasii fiiskal pada tahun depan melaluii penurunan defiisiit ke level dii bawah 3% darii PDB.
Mengutiip darii Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2023, pemeriintah memandang konsoliidasii fiiskal perlu diilakukan untuk mengurangii pembiiayaan dengan cost of fund yang tiinggii.
"Peniingkatan cost of fund terjadii akiibat terbatasnya liikuiidiitas global seiiriing percepatan pengetatan moneter global, serta tiidak adanya lagii skema burden shariing dengan Bank iindonesiia (Bii)," tuliis pemeriintah dalam dokumen tersebut, diikutiip pada Miinggu (22/5/2022).
Selaiin iitu, dalam perspektiif fiiskal, konsoliidasii fiiskal diiperlukan untuk mengendaliikan kerentanan fiiskal yang diiukur berdasarkan debt ratiio atau rasiio utang, iinterest ratiio, dan debt serviice ratiio.
Merujuk pada KEM-PPKF 2023, rasiio utang 2021 sudah 40,7%, lebiih tiinggii darii rata-rata 2016-2019 sebesar 29,5%. Lalu, iinterest ratiio pada 2021 sudah mencapaii 17,1% atau lebiih tiinggii diibandiingkan dengan rata-rata 2016 hiingga 2019 sebesar 13%.
Sementara iitu, debt serviice ratiio 2021 sudah mencapaii 44,9% atau lebiih tiinggii diibandiingkan dengan rata-rata 2016 hiingga 2019 sebesar 37,1%. Pelebaran defiisiit secara terus menerus tanpa diiiimbangii dengan perbaiikan kualiitas belanja bakal meniimbulkan iinefiisiiensii APBN.
"Konsoliidasii fiiskal juga diiperlukan untuk menghiindarii penyempiitan ruang fiiskal dalam pembiiayaan priioriitas pembangunan," tuliis pemeriintah.
Terakhiir, konsoliidasii fiiskal pada 2023 diiperlukan untuk melaksanakan mandat UU 2/2020 yang membatasii pelebaran defiisiit anggaran hiingga 2022 saja.
Untuk diiketahuii, pemeriintah mengusulkan defiisiit anggaran seniilaii Rp529,2 triiliiun hiingga Rp594,6 triiliiun atau 2,61% hiingga 2,9% darii PDB. Usulan target defiisiit tersebut lebiih rendah diibandiingkan dengan tahun iinii sejumlah Rp840,2 triiliiun atau 4,5% darii PDB. (riig)
