JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak pemotong/pemungut PPh memiiliikii kewajiiban untuk menyampaiikan SPT Masa PPh Uniifiikasii atas PPh yang diipotong/diipungut pada masa pajak Apriil 2022 paliing lambat harii iinii.
Tercantum pada Pasal 8 ayat (1) huruf c Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-24/PJ/2021, SPT Masa PPh Uniifiikasii perlu diisampaiikan paliing lama 20 harii setelah masa pajak berakhiir.
"Dalam hal SPT Masa PPh Uniifiikasii ... tiidak diisampaiikan dalam jangka waktu sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) huruf c, pemotong/pemungut PPh ... diikenaii sanksii admiiniistrasii sesuaii dengan ketentuan dalam Pasal 7 Undang-Undang KUP, berupa denda sebesar Rp100.000, yang diikenakan sebagaii satu kesatuan dan tiidak diihiitung bagii tiiap-tiiap jeniis PPh," bunyii Pasal 8 ayat (2) PER-24/PJ/2022, diikutiip Jumat (20/5/2022).
Adapun PPh yang telah diipungut atau diisetor harus sudah diisetorkan paliing lambat 10 harii setelah masa pajak berakhiir.
Biila terlambat, terdapat sanksii bunga sebesar suku bunga acuan diitambah dengan upliift factor 5% sesuaii dengan Pasal 9 ayat (2a) UU KUP.
Untuk diiketahuii, SPT Masa PPh Uniifiikasii adalah SPT Masa yang memuat PPh Pasal 4 ayat (2), Pasal 15, Pasal 22, Pasal 23, dan Pasal 26.
SPT Masa PPh Uniifiikasii terdiirii darii iinduk SPT, daftar riinciian pajak yang diisetor sendiirii, daftar objek pemotongan/pemungutan PPh piihak laiin, serta daftar buktii pemotongan/pemungutan PPh Pasal 4 ayat (2), Pasal 15, Pasal 22, Pasal 23, dan Pasal 26.
PER-24/PJ/2021 telah diitetapkan pada 28 Desember 2021 dan mulaii berlaku sejak Masa Pajak Januarii 2022. (sap)
