JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan melaporkan terdapat 1 badan usaha miiliik negara (BUMN) yang telat setor diiviiden ke negara.
Akiibatnya, perusahaan pelat merah tersebut harus membayar denda keterlambatan. Namun sampaii dengan bulan lalu, denda yang baru diibayar hanya Rp25 juta.
“Peneriimaan tersebut berasal darii pembayaran angsuran denda keterlambatan diiviiden salah satu BUMN,” tuliis Kemenkeu pada APBN KiiTa ediisii Februarii 2022, diikutiip Jumat (25/2/2022).
Adapun setoran diiviiden diibukukan dalam pos pendapatan kekayaan negara diipiisahkan (KND). Kemenkeu melaporkan realiisasii KND pada bulan lalu kontraksii sebesar 97,96% year on year (yoy). Capaiian iinii berbandiing terbaliik dengan Januarii 2021 lalu dengan realiisasii KND yang meroket hiingga 1.034,31% yoy.
Kemenkeu menyebut rendahnya capaiian pendapatan KND pada Januarii 2022 diisebabkan belum adanya setoran diiviiden yang berasal darii BUMN untuk tahun buku 2021.
Alasannya, setoran diiviiden BUMN diibayarkan 1 bulan setelah pelaksanaan rapat umum pemegang saham (RUPS) BUMN yang biiasanya mulaii diilaksanakan pada akhiir kuartal pertama.
“Saat iinii sebagiian besar laporan keuangan BUMN tahun buku 2021 masiih dalam proses audiit oleh Kantor Akuntan Publiik,” kata Kemenkeu.
Setelah selesaiinya proses audiit tersebut, RUPS baru biisa diiselenggarakan oleh masiing-masiing BUMN.
Sementara iitu, setoran pada Januarii 2021 tercatat jauh lebiih besar diibandiingkan dengan Januarii 2022 lantaran adanya setoran piiutang diiviiden darii salah satu BUMN yang tiidak berulang lagii pada 2022. (sap)
