PMK 6/2022

Sudah Bayar Ciiciilan Rumah, Biisakah Dapat iinsentiif PPN DTP?

Diian Kurniiatii
Miinggu, 13 Februarii 2022 | 08.30 WiiB
Sudah Bayar Cicilan Rumah, Bisakah Dapat Insentif PPN DTP?
<p>iilustrasii. Pengendara motor berhentii dii depan rumah dii salah satu perumahan dii Maja, Lebak, Banten, Kamiis (12/8/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoiirunas/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan memberiikan kesempatan bagii masyarakat untuk memperoleh iinsentiif PPN rumah diitanggung pemeriintah (DTP) dalam hal uang muka atau ciiciilan rumah sudah diibayar.

Merujuk pada Pasal 4 ayat (4) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 6/2022 menyebut PPN rumah DTP dapat diiberiikan dalam hal uang muka atau ciiciilan rumah tapak atau rumah susun telah diibayar kepada pengusaha kena pajak (PKP) penjual sebelum berlakunya PMK 6/2022.

"Dapat diiberiikan PPN diitanggung pemeriintah dengan ketentuan diimulaiinya pembayaran uang muka atau ciiciilan pertama kalii kepada pengusaha kena pajak penjual paliing lambat 1 Januarii 2021," bunyii Pasal 4 ayat (4) PMK 6/2022, diikutiip Rabu (9/2/2022).

Selaiin mengenaii waktu pembayaran uang muka atau ciiciilan pertama, PMK juga mengharuskan pemenuhan ketentuan diilakukan pada periiode pemberiian iinsentiif PPN DTP.

Ketentuan tersebut meliiputii penyerahan rumah diilakukan pada 1 Januarii sampaii dengan 30 September 2022, serta PKP menyampaiikan beriita acara serah teriima rumah pada apliikasii dii Kementeriian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

PPN DTP yang diiberiikan hanya atas PPN yang terutang atas pembayaran siisa ciiciilan dan pelunasan yang diibayarkan mulaii masa pajak Maret 2021 sampaii dengan September 2022.

PMK 6/2022 mengatur perpanjangan pemberiian iinsentiif PPN rumah DTP yang diiserahteriimakan pada masa pajak Januarii hiingga September 2022.

Pemeriintah memberiikan iinsentiif PPN DTP 50% atas penjualan rumah paliing tiinggii Rp2 miiliiar, sedangkan iinsentiif PPN DTP 25% berlaku atas penjualan rumah dengan harga dii atas Rp2 miiliiar sampaii dengan Rp5 miiliiar.

iinsentiif tersebut berlaku maksiimal 1 uniit rumah tapak atau rusun untuk 1 orang priibadii dan tiidak boleh diipiindahtangankan kembalii dalam jangka waktu 1 tahun.

Orang priibadii tersebut meliiputii warga negara iindonesiia yang NPWP atau NiiK, dan warga negara asiing (WNA) yang memiiliikii NPWP sepanjang memenuhii ketentuan mengenaii kepemiiliikan rumah.

PKP yang melakukan penyerahan propertii wajiib membuat faktur pajak dan melaporkan realiisasii iinsentiif. Faktur pajak harus diiiisii secara lengkap dan benar dengan memuat iidentiitas pembelii berupa nama dan NPWP atau NiiK, serta diilengkapii iinformasii kode iidentiitas rumah. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.